oleh : Idham T A.
Assalamualaikum wr wb.
Apa kabar saudaraku? Kalian pasti sangat sibuk sekali disana. Saudaraku, maaf aku lancang untuk menulis surat kepadamu karena aku tidak tahu bagaimana caraku untuk menemui kalian. Saudara kita yang katanya mewakili kami pun sangat sulit untuk ditemui. Mungkin mereka terlalu sibuk untuk menyalurkan aspirasi kami disana walau aku tidak pernah melihatnya di wilayah kumuh kami. Tapi mungkin aku sedang pergi bekerja ketika mereka mengunjungi kami.
Saudaraku, melalui surat ini aku ingin mengundang kalian untuk dapat menyambangi saudaramu ini. Aku sudah rindu sekali untuk bercengkrama dengan kalian semua. Mungkin kalian terlalu sibuk mengurusi nasib kami. Tapi kalian tidak perlu takut. Kami baik-baik saja disini. Kami selalu giat bekerja agar tidak terlalu membuat kalian susah. Kudengar saudara yang lain pun selalu rajin 
membayar pajak yang salah satunya digunakan untuk kehidupan kalian disana. Kalian pasti dibuat pusing dengan segala keadaan kami. Oleh karena itu, kami selalu berusaha mendukung apa yang kebijakan yang kalian buat. Karena kami yakin kebijakan itu untuk kebaikan kami. Bukankah begitu saudaraku?
Maaf jika aku menganggu waktu sibuk saudaraku sekalian. Aku hanya ingin kalian sudi mengunjungi kami disini hanya sekedar silaturahmi . Keluarga kalian semua menunggu disini.
Aku akan sambut kalian di gubuk reyotku ini yang mungkin luasnya tidak lebih besar dari garasi mobil kalian. Kalian akan kujamu di ruang tamuku yang ketika malam
kusulap menjadi kamar tidur aku dan keluargaku. Tapi maaf jika ingin ke kamar mandi. Kalian harus rela berjalan sekitar beberapa puluh meter untuk menjangkau sungai. Memang disitulah sumber air gratis kami berada dimana mengalir air yang tidak pernah ada habisnya. MCK di tempat kami pun sudah tidak layak untuk digunakan sehingga aku takut kalian merasa jijik melihatnya.
Aku sudah tidak sabar membayangkan untuk mengobrol bersama kalian, walaupun aku tidak mengenal kalian. Kita akan mengobrol tentang saudara muda kita yang kemarin turun ke jalan. Bagaimana keadaan mereka?.
Aku tidak tahu apa yang mereka lakukan, tapi setahuku mereka turun ke jalan atas nama rakyat kecil yang termasuk aku ini. Aku tidak tahu karena aku terlalu sibuk bekerja mencari nafkah untuk keluargaku. Tetapi kenapa saudara yang lain banyak pula yang menyayangkan sikap saudara muda kita itu. apa mungkin cara mereka terlalu mengebu-gebu ? .
Saudaraku, apakah kau tahu? Sebentar lagi pemilu akan digelar kembali.
Itulah hari yang paling aku tunggu-tunggu. Kau tahu kenapa? Karena pada hari-hari tersebut aku akan sering bersua dengan saudara-saudara kita yang ingin duduk di kursi pemerintahan. Aku sangat senang sekali karena pada waktu tersebut saudara-saudara kita berlomba untuk memberikan sejuta simpatinya kepada kami rakyat kecil. Aku memang sangat merindukan saat-saat itu. Karena itulah hari-hari selama lima tahun dimana tiba-tiba semua saudara-saudara kita itu mengingat kami dan menjadikan kami kekuatan mereka. Aku tidak peduli maksud saudara kita itu, tapi yang pasti selama waktu tersebut kami akan lebih diperhatikan. Semua keluhan kami akan didengar. Walaupun setelah saudara kita itu benar-benar naik di pemerintahan atas nama kami. Mereka mungkin lupa dengan saudaranya ini, tapi kami cukup bersyukur karena setidaknya dalam lima tahun kalian pernah memperhatikan kami. Kami tidak akan peduli siapa saudara kami nanti yang akan memimpin negeri ini selanjutnya. Karena siapapun nanti yang naik. Mereka tetap saudara kami yang ingin membangun negeri ini dengan cara mereka sendiri walau kadang mereka lupa dengan saudara mereka di gubug ini.
Ketika kalian di rumahku nanti, kita akan minum teh istimewa bersama-sama. Istimewa karena airnya sengaja aku beli dari cukong air untuk menyambut kalian. Maaf, karena air bersih disini memang sulit didapat apalagi untuk kota sebesar Jakarta. Aku tidak ingin kalian kecewa ketika berada di rumahku walaupun banyak saudara kita yang lain merasa sering dikecewakan kalian.
Selain itu kita nanti akan makan bersama, tetapi maaf aku tidak mempunyai nasi yang enak dan wangi. Aku tidak sanggup membelinya. Aku hanya mempunyai sedikit persediaan nasi aking. Nasi aking rasanya memang tidak enak, tapi tidak terlalu buruk jika telah terbiasa. Jika sedang beruntung aku akan membeli ikan asin
untuk lauknya. Aku tidak akan membiarkan kalian kelaparan walau memang kadang kami tidak makan nasi sama sekali. Biasanya kami mengakalinya dengan memakan umbi-umbian yang sengaja kami tanam. Aku tidak ingin mengeluh dengan kondisiku ini saudaraku. Karena niscaya separuh hidupku ini tidak akan cukup untuk menuaikan keluh kesahku sedangkan diluar sana rejeki mungkin sedang menungguku. Tetapi maaf saudaraku, kalian akan sedikit menunggu untuk semua makanan siap karena aku hanya mempunyai satu tungku kayu bakar untuk memasak. Sebelumnya aku menggunakan minyak tanah untuk memasak. Tapi kini minyak
tanah sudah tidak ditemukan lagi di pasar. Walaupun ada, tapi harganya sudah tidak terjangkau olehku. Tapi untungnya kalian memberikan kami kompor gratis. Tapi maaf saudaraku, aku sudah tidak menggunakannya lagi. Hal itu karena aku tidak sanggup untuk membeli tabung gas nya. Lagi pula mungkin kalian lupa untuk mengajari kami memakainya. Selain itu aku mendengar saudara kita yang lain menggerutu karena walaupun mempunyai uang untuk membeli tabung gas, tetapi ternyata tabung tersebut menjadi langka sehingga saudara kita tersebut tidak dapat menggunakan kompornya dan disatu sisi kompor minyak tanah pun sudah tidak ada.
Oh maaf saudaraku, omonganku terlalu melantur. Aku lupa memberi tahu kalian untuk tidak lupa membawa selimut ketika menginap di rumahku karena akan terasa dingin di malam hari. Aku memang tidak mempunyai mesin pendingin, tetapi kami punya mesin pendingin milik Tuhan yang tidak pernah berhenti di malam hari. Tetapi sekali lagi aku minta maaf, kalian harus rela berbagi tempat untuk tidur dengan keluargaku karena aku memang tidak mempunyai kamar khusus ntuk kalian.
Baiklah, akan aku tunggu kalian di rumahku. Rumahku tidak berpagar tinggi sehingga akan memudahkan kalian untuk memasukinya. Pintu rumahku selalu terbuka untuk kalian walaupun ketika datang nanti mugkin kalian tidak lagi menjadi pemimpin negeri ini. Aku tetap akan menerima kalian karena kita ini saudara. Dahulu kita telah dipersatukan dan sekarangpun akan tetap seperti itu.
wassalamualaikum.
sumber gambar :- http://rzr17.blogs.friendster.com/kodok_ijo/d4ily/index.html
- http://www.bapekojakartapusat.go.id/index.php?q=node/13
- http://www.kabarindonesia.com/foto.php?pil=20071028133433
- http://www.myrmnews.com/indexframe.php?url=nusantara/
- http://qizinklaziva.wordpress.com/2008/03/21/ke-banten-wiranto-cicipi-nasi-aking/
- http://www.myrmnews.com/indexframe.php?url=nusantara/
- http://www.suaramerdeka.com/harian/0602/10/nas05.htm
- ronnysiagian.files.wordpress.com
