<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8148036450073894791</id><updated>2011-04-22T02:01:56.487+07:00</updated><category term='world news'/><category term='the own thinking'/><title type='text'>Aldary Tamim</title><subtitle type='html'>ini adalah oficial site milik aldary. 

     "the future cannot be written, because only people can write it"
                                           --Voreu--

Blog ini berisi tentang segala sesuatu yang nyata hingga baru sekedar isu. Tapi sebisa mungkin setiap berita yang ada akan diberikan sumber data yang valid agar tidak menjadi posting liar. Untuk memudahkan mencari situs ini, cukup dengan mengetik Aldary Tamim di mesin pencari yang ada di internet. Terima kasih.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://iamanew.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8148036450073894791/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iamanew.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>sepuluh jari tangan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_qKx7JOcGJIg/SEzyxelUPQI/AAAAAAAAAAg/bucnAg8i8T8/S220/1_914995620l.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>19</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8148036450073894791.post-2891121319811107158</id><published>2008-08-21T10:20:00.000+07:00</published><updated>2008-08-21T10:21:33.654+07:00</updated><title type='text'>Putera-puteri terbaik negeri.

Nasibmu kini...</title><content type='html'>Hari ini tanggal 21 agustus 2008 pukul 06.50 terdapat kabar yang cukup miris. Pada siaran redaksi pagi yang ditayangkan Trans7, tersiar kabar bahwa seorang anak kelas 5 SD ,yang merupakan juara 3 dunia dalam turnamen catur cilik internasional di Singapura, bersama bapaknya terlantarkan di jakarta selama 2 hari setelah memenuhi undangan dari Depdiknas untuk bertemu dengan Presiden RI. Mereka mengaku tidak mempunyai ongkos untuk pulang ke Riau. Saat ini mereka ditampung di pos PDI-P di jakarta. Akhirnya para warga sekitar merogoh kantong mereka untuk membantu membiayai bapak dan anak ini pulang ke Riau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak habis pikir. Entah bagaimana hal tersebut dapat terjadi. Seorang puteri bangsa yang telah mengharumkan negeri ini di kancah internasional diperlakukan bak gelandangan di negeri sendiri. Tidak usah berbicara untuk dapat menghargai pahlawan perjuangan yang sudah tiada, kalau untuk menghargai pahlawan yang masih hidup pun kita sulit. Apa mungkin mereka menganggap apa yang dilakukan anak tersebut bukanlah suatu tindak kepahlawanan?&lt;br /&gt;Apakah seseorang harus mati terlebih dahulu untuk dapat disebut pahlawan? &lt;br /&gt;Kapan bangsa ini akan dewasa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin hal-hal seperti itulah yang membuat putera-puteri terbaik negeri ini hilang bagai ditelan bumi. Jika pun mereka masih ada, mereka lebih memilih untuk membangun bangsa lain karena merasa kemampuan mereka lebih dihargai diluar sana. &lt;br /&gt;Apa yang kurang dari negeri ini?&lt;br /&gt;Setiap tahun bangsa ini selalu menelurkan bakat terbaiknya dari berbagai bidang. Indonesia selalu mampu menyumbangkan medali olimpiade ilmu pengetahuan setiap tahunnya. Tapi setelah itu hilang namanya. &lt;br /&gt;Sebuah sistem kah yang membuat seperti ini? Atau kebiasaan jelek?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri ini harus mau untuk belajar menghargai sesuatu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8148036450073894791-2891121319811107158?l=iamanew.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8148036450073894791/posts/default/2891121319811107158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8148036450073894791/posts/default/2891121319811107158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iamanew.blogspot.com/2008/08/putera-puteri-terbaik-negeri-nasibmu.html' title='Putera-puteri terbaik negeri.&#xA;&#xA;Nasibmu kini...'/><author><name>sepuluh jari tangan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_qKx7JOcGJIg/SEzyxelUPQI/AAAAAAAAAAg/bucnAg8i8T8/S220/1_914995620l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8148036450073894791.post-343427667883550512</id><published>2008-08-18T09:08:00.001+07:00</published><updated>2008-08-18T09:08:12.789+07:00</updated><title type='text'>Nasionalisme anggrek</title><content type='html'>Apa yg akan kita pikirkan ketika melihat sekuncup anggrek merekah dengan anggunnya. tetapi kemudian kelopaknya berguguran satu demi satu hingga akhirnya habis tak tersisa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri ini sudah menginjak umurnya yang ke 63. Terlalu banyak perubahan yang terjadi, begitu banyak sehingga hanya dapat direkam oleh bisunya ingatan sejarah. Di ulang tahunnya yang ke 63, negeri ini terlihat tak terlalu kokoh untuk dipijak, terlalu lamban untuk berlari. Rasa nasionalisme rakyatnya seakan luntur termakan zaman. Tidak ada lagi ada kebanggaan menjadi seorang putera negeri. Sebuah negeri yang sangat makmur, negeri yang pernah mengguncang malaya hingga madagaskar, dan negeri yang selalu dibela para pejuangnya demi kebebasan bangsanya saat ini. &lt;br /&gt;Kita harus sadar bahwa setiap menit kebebasan hidup kita dan setiap jengkal tanah yang kita lalui merupakan tetesan keringat dan darah para pejuang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang telah kau berikan terhadap negaramu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah sekali saja kau merenungkan hal tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah berpikir egois. Bangsa ini tidak perlu mencari &lt;br /&gt;Alasan dan sebuah pembenaran untuk dapat berbakti kepada negaranya. Rasa kebanggaan terhadap Indonesia lebih dari sekedar hitung-hitungan sebuah tanda jasa. Kebanggaan terhadap Indonesia adalah tonggak moralitas jati diri sebuah bangsa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanggaan dan rasa persatuan dan kesatuan negeri ini telah muncul lebih dari satu abad lalu. Persatuan itu tumbuh subur dalam untaian kepulauan, melintasi gunung bahkan laut, menembus batas ruang dan waktu dengan siraman jutaan derita dan pengorbanan di tiap jengkal tanahnya. Para pejuang sejati negeri ini&lt;br /&gt;Memiliki rasa itu. Sebuah rasa kebanggaan, rasa persatuan, rasa kesatuan, dan rasa memiliki negeri ini dimana puluhan juta harapan tertanam dalam jantung mereka. Mereka berjuang untuk bangsanya di seantero negeri pertiwi ini. Yaitu sebuah negeri yang diikat sebuah tali persaudaraan pada setiap warga bangsanya. Dan rasa persaudaraan itulah yang membuat mereka rela berkorban kepada setiap anggota bangsanya. Tapi jauh  dalam jiwa mereka telah tumbuh rasa persatuan dan ikatan persaudaraan. Dimana mereka bersedia mati demi suatu persaudaraan yang    hanya ada dalam benaknya karena toh pada kenyataannya mereka tidak mengenal satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri ini sudah terlalu lelah menanti kehadiran seorang yang mampu membawa rakyatnya keluar dari keterpurukan. Di umurnya yang baru ini  selalu terpanjat doa akan datangnya harapan-harapan baru kejayaan negeri nusantara jaya. Semua itu hanya dapat dilakukan dengan sebuah keyakinan akan Partisipasi rakyat yang merupakan  skema kebangkitan sebuah negeri.&lt;br /&gt;Kita harus tetap optimis dan memandang jauh ke depan sebagai individu visioner dan rasioempati. Insya Allah, negeri ini akan lebih baik di masa datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan begitu dapatlah diambil kesimpulan tentang jenjang hidup dari sebuah anggrek. Anggrek yang biasa dipanggil pesona hidup nusantara Indonesia.&lt;br /&gt;Apa yang terjadi dengan anggrek yang telah hilang keindahannya itu?&lt;br /&gt;Anggrek itu tidak mati. Ia hanya menunggu waktu yang tepat untuk kembali hidup dan merekah dengan warna yang lebih indah. Lebih indah pada setiap pesona kuncupnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8148036450073894791-343427667883550512?l=iamanew.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8148036450073894791/posts/default/343427667883550512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8148036450073894791/posts/default/343427667883550512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iamanew.blogspot.com/2008/08/nasionalisme-anggrek_7571.html' title='Nasionalisme anggrek'/><author><name>sepuluh jari tangan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_qKx7JOcGJIg/SEzyxelUPQI/AAAAAAAAAAg/bucnAg8i8T8/S220/1_914995620l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8148036450073894791.post-655937123746950362</id><published>2008-08-18T09:07:00.001+07:00</published><updated>2008-08-18T09:07:47.464+07:00</updated><title type='text'>Nasionalisme anggrek</title><content type='html'>Apa yg akan kita pikirkan ketika melihat sekuncup anggrek merekah dengan anggunnya. tetapi kemudian kelopaknya berguguran satu demi satu hingga akhirnya habis tak tersisa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri ini sudah menginjak umurnya yang ke 63. Terlalu banyak perubahan yang terjadi, begitu banyak sehingga hanya dapat direkam oleh bisunya ingatan sejarah. Di ulang tahunnya yang ke 63, negeri ini terlihat tak terlalu kokoh untuk dipijak, terlalu lamban untuk berlari. Rasa nasionalisme rakyatnya seakan luntur termakan zaman. Tidak ada lagi ada kebanggaan menjadi seorang putera negeri. Sebuah negeri yang sangat makmur, negeri yang pernah mengguncang malaya hingga madagaskar, dan negeri yang selalu dibela para pejuangnya demi kebebasan bangsanya saat ini. &lt;br /&gt;Kita harus sadar bahwa setiap menit kebebasan hidup kita dan setiap jengkal tanah yang kita lalui merupakan tetesan keringat dan darah para pejuang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang telah kau berikan terhadap negaramu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah sekali saja kau merenungkan hal tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah berpikir egois. Bangsa ini tidak perlu mencari &lt;br /&gt;Alasan dan sebuah pembenaran untuk dapat berbakti kepada negaranya. Rasa kebanggaan terhadap Indonesia lebih dari sekedar hitung-hitungan sebuah tanda jasa. Kebanggaan terhadap Indonesia adalah tonggak moralitas jati diri sebuah bangsa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanggaan dan rasa persatuan dan kesatuan negeri ini telah muncul lebih dari satu abad lalu. Persatuan itu tumbuh subur dalam untaian kepulauan, melintasi gunung bahkan laut, menembus batas ruang dan waktu dengan siraman jutaan derita dan pengorbanan di tiap jengkal tanahnya. Para pejuang sejati negeri ini&lt;br /&gt;Memiliki rasa itu. Sebuah rasa kebanggaan, rasa persatuan, rasa kesatuan, dan rasa memiliki negeri ini dimana puluhan juta harapan tertanam dalam jantung mereka. Mereka berjuang untuk bangsanya di seantero negeri pertiwi ini. Yaitu sebuah negeri yang diikat sebuah tali persaudaraan pada setiap warga bangsanya. Dan rasa persaudaraan itulah yang membuat mereka rela berkorban kepada setiap anggota bangsanya. Tapi jauh  dalam jiwa mereka telah tumbuh rasa persatuan dan ikatan persaudaraan. Dimana mereka bersedia mati demi suatu persaudaraan yang    hanya ada dalam benaknya karena toh pada kenyataannya mereka tidak mengenal satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri ini sudah terlalu lelah menanti kehadiran seorang yang mampu membawa rakyatnya keluar dari keterpurukan. Di umurnya yang baru ini  selalu terpanjat doa akan datangnya harapan-harapan baru kejayaan negeri nusantara jaya. Semua itu hanya dapat dilakukan dengan sebuah keyakinan akan Partisipasi rakyat yang merupakan  skema kebangkitan sebuah negeri.&lt;br /&gt;Kita harus tetap optimis dan memandang jauh ke depan sebagai individu visioner dan rasioempati. Insya Allah, negeri ini akan lebih baik di masa datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan begitu dapatlah diambil kesimpulan tentang jenjang hidup dari sebuah anggrek. Anggrek yang biasa dipanggil pesona hidup nusantara Indonesia.&lt;br /&gt;Apa yang terjadi dengan anggrek yang telah hilang keindahannya itu?&lt;br /&gt;Anggrek itu tidak mati. Ia hanya menunggu waktu yang tepat untuk kembali hidup dan merekah dengan warna yang lebih indah. Lebih indah pada setiap pesona kuncupnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8148036450073894791-655937123746950362?l=iamanew.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8148036450073894791/posts/default/655937123746950362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8148036450073894791/posts/default/655937123746950362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iamanew.blogspot.com/2008/08/nasionalisme-anggrek_18.html' title='Nasionalisme anggrek'/><author><name>sepuluh jari tangan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_qKx7JOcGJIg/SEzyxelUPQI/AAAAAAAAAAg/bucnAg8i8T8/S220/1_914995620l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8148036450073894791.post-3322231371489022976</id><published>2008-08-18T09:06:00.000+07:00</published><updated>2008-08-18T09:07:23.145+07:00</updated><title type='text'>Nasionalisme anggrek</title><content type='html'>Apa yg akan kita pikirkan ketika melihat sekuncup anggrek merekah dengan anggunnya. tetapi kemudian kelopaknya berguguran satu demi satu hingga akhirnya habis tak tersisa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri ini sudah menginjak umurnya yang ke 63. Terlalu banyak perubahan yang terjadi, begitu banyak sehingga hanya dapat direkam oleh bisunya ingatan sejarah. Di ulang tahunnya yang ke 63, negeri ini terlihat tak terlalu kokoh untuk dipijak, terlalu lamban untuk berlari. Rasa nasionalisme rakyatnya seakan luntur termakan zaman. Tidak ada lagi ada kebanggaan menjadi seorang putera negeri. Sebuah negeri yang sangat makmur, negeri yang pernah mengguncang malaya hingga madagaskar, dan negeri yang selalu dibela para pejuangnya demi kebebasan bangsanya saat ini. &lt;br /&gt;Kita harus sadar bahwa setiap menit kebebasan hidup kita dan setiap jengkal tanah yang kita lalui merupakan tetesan keringat dan darah para pejuang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang telah kau berikan terhadap negaramu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah sekali saja kau merenungkan hal tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah berpikir egois. Bangsa ini tidak perlu mencari &lt;br /&gt;Alasan dan sebuah pembenaran untuk dapat berbakti kepada negaranya. Rasa kebanggaan terhadap Indonesia lebih dari sekedar hitung-hitungan sebuah tanda jasa. Kebanggaan terhadap Indonesia adalah tonggak moralitas jati diri sebuah bangsa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanggaan dan rasa persatuan dan kesatuan negeri ini telah muncul lebih dari satu abad lalu. Persatuan itu tumbuh subur dalam untaian kepulauan, melintasi gunung bahkan laut, menembus batas ruang dan waktu dengan siraman jutaan derita dan pengorbanan di tiap jengkal tanahnya. Para pejuang sejati negeri ini&lt;br /&gt;Memiliki rasa itu. Sebuah rasa kebanggaan, rasa persatuan, rasa kesatuan, dan rasa memiliki negeri ini dimana puluhan juta harapan tertanam dalam jantung mereka. Mereka berjuang untuk bangsanya di seantero negeri pertiwi ini. Yaitu sebuah negeri yang diikat sebuah tali persaudaraan pada setiap warga bangsanya. Dan rasa persaudaraan itulah yang membuat mereka rela berkorban kepada setiap anggota bangsanya. Tapi jauh  dalam jiwa mereka telah tumbuh rasa persatuan dan ikatan persaudaraan. Dimana mereka bersedia mati demi suatu persaudaraan yang    hanya ada dalam benaknya karena toh pada kenyataannya mereka tidak mengenal satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri ini sudah terlalu lelah menanti kehadiran seorang yang mampu membawa rakyatnya keluar dari keterpurukan. Di umurnya yang baru ini  selalu terpanjat doa akan datangnya harapan-harapan baru kejayaan negeri nusantara jaya. Semua itu hanya dapat dilakukan dengan sebuah keyakinan akan Partisipasi rakyat yang merupakan  skema kebangkitan sebuah negeri.&lt;br /&gt;Kita harus tetap optimis dan memandang jauh ke depan sebagai individu visioner dan rasioempati. Insya Allah, negeri ini akan lebih baik di masa datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan begitu dapatlah diambil kesimpulan tentang jenjang hidup dari sebuah anggrek. Anggrek yang biasa dipanggil pesona hidup nusantara Indonesia.&lt;br /&gt;Apa yang terjadi dengan anggrek yang telah hilang keindahannya itu?&lt;br /&gt;Anggrek itu tidak mati. Ia hanya menunggu waktu yang tepat untuk kembali hidup dan merekah dengan warna yang lebih indah. Lebih indah pada setiap pesona kuncupnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8148036450073894791-3322231371489022976?l=iamanew.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8148036450073894791/posts/default/3322231371489022976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8148036450073894791/posts/default/3322231371489022976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iamanew.blogspot.com/2008/08/nasionalisme-anggrek.html' title='Nasionalisme anggrek'/><author><name>sepuluh jari tangan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_qKx7JOcGJIg/SEzyxelUPQI/AAAAAAAAAAg/bucnAg8i8T8/S220/1_914995620l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8148036450073894791.post-7757557576213390281</id><published>2008-08-14T06:01:00.000+07:00</published><updated>2008-08-14T06:02:53.954+07:00</updated><title type='text'>Umur baru, harapan baru.</title><content type='html'>63 tahun sudah, negeri ini berdiri dengan semua kelebihan dan banyak kekurangannya. Memang nampaknya lebih mudah mencari 100 kekurangan daripada 10 kelebihan terhadap sesuatu. Nampaknya pada periode ini, Indonesia akan dihadapkan pada beberapa perubahan baru. Negeri ini sudah terlalu rindu akan kesejahteraan.  &lt;br /&gt;Indonesia harus lebih baik di masa datang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8148036450073894791-7757557576213390281?l=iamanew.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iamanew.blogspot.com/feeds/7757557576213390281/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8148036450073894791&amp;postID=7757557576213390281' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8148036450073894791/posts/default/7757557576213390281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8148036450073894791/posts/default/7757557576213390281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iamanew.blogspot.com/2008/08/umur-baru-harapan-baru.html' title='Umur baru, harapan baru.'/><author><name>sepuluh jari tangan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_qKx7JOcGJIg/SEzyxelUPQI/AAAAAAAAAAg/bucnAg8i8T8/S220/1_914995620l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8148036450073894791.post-2750997868536353166</id><published>2008-07-17T19:17:00.001+07:00</published><updated>2008-07-17T19:39:56.028+07:00</updated><title type='text'>Panggung baru demokrasi Indonesia</title><content type='html'>Bukanlah hal yang aneh apabila banyak sekali partai politik yang berlomba-lomba mencari dukungan dari berbagai kalangan. Mulai dari yang miskin hingga yang kaya. Semua cara digunakan guna meningkatkan perolehan suara ketika pemilihan atau pemungutan suara berlangsung. Cara-cara moderat seperti kampanye, pawai, dan lain sebagainya dianggap sudah kurang efektif. Perolehan suara yang didapat dari cara-cara moderat seperti itu kurang memberikan hasil yang signifikan karen pada akhirnya uang yang berbicara. &lt;br /&gt;Partai yang mampu membaca kondisi masyarakat sekarang ini dapat bergerak lebih cerdik. Mereka menggunakan para public figur guna menjadikannya sebagai kereta politik. Mereka menggunakan para artis-artis tersebut tidak hanya sebagai pemanis dalam setiap kampanye, tetapi lebih jauh lagi dengan mengusungnya sebagai calon-calon wakil rakyat. Sebutlah beberapa nama yang telah memetik sukses menjaring simpati masyarakat seperti  Rano Karno (wakil bupati Tangerang), Dede Yusuf (wakil Gubernur Jawa Barat). &lt;br /&gt;Tentu saja tidak ada yang salah dalam kondisi tersebut karena pada dasarnya setiap warga negara Indonesia berhak untuk memilih dan dipilih termasuk para artis tersebut. Hal ini bukanlah hal baru terjadi di dunia politik. Di USA ada beberapa kejadian serupa seperti yang dialami aktor Arnold Schwarzeneger (Gubernur negara bagian Callifornia).&lt;br /&gt;Tetapi seakan menjadi menarik bahwa ternyata kesuksesan para artis tersebut seakan menjadi trendsetter bagi artis lainnya. Sebutlah nama-nama seperti Syaiful Jamil, Primus Yustisio, Venna Melinda, Tere, Helmi Yahya, dan lain-lain. Hal ini memicu spekulasi bahwa kondisi ini menjadi semacam aji mumpung, terkesan main-main dan begitu menyepelekan amanah yang akan diemban. Para artis-artis tersebut memaparkan bahwa mereka mempunyai visi-visi yang segar. Perlu diingat bahwa berbekal visi saja tidaklah cukup. Visi-visi tersebut nampak sangat subjektif karena kelihatan hanya berdasar pada hati nurani. Padahal pada kenyataannya penerapan dasar hati nurani saja dirasakan masih kurang. Dibutuhkan lebih dari sekedar hati nurani dalam membuat sebuah visi. Diperlukan 'bumbu-bumbu' lain yang menyertainya seperti nalar, logika, dan empati.&lt;br /&gt;Memang strategi menggunakan public figur ini dirasakan sangat efektif karena partai mereka akan lebih dikenal. Bisa dilihat dalam lembaran pemilu, terutama dalam pemilihan anggota legislatif pusat dimana terpampang puluhan wajah yang nampak begitu asing di beberapa bagian masyarakat.&lt;br /&gt; Masyarakat akan cenderung memilih sosok yang akrab dalam ingatan mereka sehingga jangan heran bila para artis dapat mereguk kemenangan.&lt;br /&gt;Tidak ada yang perlu atau dapat dipersalahkan. Ini hanyalah salah satu plot cerita yang akan dijalani oleh roda demokrasi Indonesia. Kita lihat saja kinerja para public figur tersebut dalam panggung politik. Akankah semanis peran mereka dalam layar kaca?&lt;br /&gt; Semoga saja idealisme yang mereka tawarkan tidak terkotori oleh dominasi golongan sehingga hanya akan menjadikan mereka boneka politik semata. Panggung yang akan mereka lakoni akan terasa lebih berat karena setiap keputusan yang akan dibuat harus dapat dipertanggungjawabkan dengan beban dua ratus juta jiwa dipundak mereka. Hal itu menjadi sangat relevan karena tidak akan ada pengulangan dalam setiap adegannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8148036450073894791-2750997868536353166?l=iamanew.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8148036450073894791/posts/default/2750997868536353166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8148036450073894791/posts/default/2750997868536353166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iamanew.blogspot.com/2008/07/panggung-baru-demokrasi-indonesia.html' title='Panggung baru demokrasi Indonesia'/><author><name>sepuluh jari tangan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_qKx7JOcGJIg/SEzyxelUPQI/AAAAAAAAAAg/bucnAg8i8T8/S220/1_914995620l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8148036450073894791.post-6339321030741969958</id><published>2008-07-08T20:39:00.000+07:00</published><updated>2008-07-08T20:40:29.374+07:00</updated><title type='text'>Bangsaku bukan sampah</title><content type='html'>Beberapa hari lalu tersiar kabar bahwa sekelompok warga miskin di daerah cirebon terpaksa membeli makanan kadaluarsa karena himpitan ekonomi. Mereke membeli makanan-makanan kebutuhan sehari-hari seperti susu, roti, makanan kecil, dan lain-lain yang kesemuanya sudah kadaluarsa dan berjamur. Makanan-makanan tersebut dijual bebas dan terang-terangan pada warung-warung di pasar tradisional.&lt;br&gt; Dalam tayangan yang disiarkan  program berita salah satu stasiun TV swasta tersebut&lt;br&gt;Terlihat sebuah keluarga yang sedang menikmati roti yang telah berjamur. Mereka merobek bagian-bagian yang berjamur dan memakan bagian yang belum ditumbuhi jamur. Kemudian ditayangkan pula seorang anak balita yang sedang memakan snack yang tentu saja sudah kadaluarsa, sedangkan sang ibu masih asyik berbelanja makanan-makanan kadaluarsa lainnya. Para pembeli dan pedagang sama-sama menyadari dan mengetahui bahwa makanan dan minuman tersebut merupakan barang kadaluarsa. Tetapi iming-iming harga yang sangat murah dan kebutuhan ekonomi lainnya yang membuat mereka membeli dan menjual barang-barang kadaluarsa tersebut. Mirisnya lagi ternyat dinas kesehatan di cirebon ternyata mengetahui bahwa di wilayahnya beredar makanan dan minuman kadaluarsa. Tetapi mereka tidak melakukan tindakan preventif aktif dengan alasan bahwa belum ada keluhan dari warga masyarakat.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Miris sekali nasib bangsa ini. Ternyata demokrasi saja tidak cukup untuk membawa kesejahteraan bagi rakyat karena hanya mencakup aspek politis dalam wadah NKRI. Kasus di cirebon merupakan dampak nyata akan bobolnya pengawasan distribusi kesejahteraan rakyat. &lt;br&gt;Lihat bagaimana ketika rakyat negeri ini memakan makanan yang semestinya telah menjadi sampah. Ironisnya barang-barang tersebut didistribusikan oleh bagian dari bangsa ini. Inilah bentuk penindasan yang paling ditakutkan. Yaitu ketika himpitan ekonomi menghapus nalar logika dan emosi. Bagaimana ketidakpedulian menyebabkan hilangnya empati terhadap sesama. Dan yang terakhir adalah bagaimana semua aspek di atas mengakibatkan penindasan yang dilakukan oleh bangsanya sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8148036450073894791-6339321030741969958?l=iamanew.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8148036450073894791/posts/default/6339321030741969958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8148036450073894791/posts/default/6339321030741969958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iamanew.blogspot.com/2008/07/bangsaku-bukan-sampah.html' title='Bangsaku bukan sampah'/><author><name>sepuluh jari tangan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_qKx7JOcGJIg/SEzyxelUPQI/AAAAAAAAAAg/bucnAg8i8T8/S220/1_914995620l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8148036450073894791.post-4388200760663315276</id><published>2008-07-03T22:59:00.000+07:00</published><updated>2008-07-03T23:03:02.618+07:00</updated><title type='text'>Indonesia tidak mendebat bangsanya</title><content type='html'>Akhir-akhir ini banyak sekali acara-acara dimana sebuah pro dan kontra akan suatu masalah dipertemukan dalam satu forum. Mereka bebas mengemukakan pendapatnya masing-masing. Tidak peduli bagaimana caranya agar mereka dapat menang dalam perdebatan tersebut. Tak urung sikap saling ejek, meremehkan, dan merendahkan orang lain mengemuka dalam acara tersebut. Kondisi ditambah panas dengan kehadiran para pendukung masing-masing juru bicara.&lt;br /&gt;Bukan suatu hal yang mustahil bila gara-gara berbeda pendapat saja, sepasang sahabat dapat menjadi musuh guna mempertahankan keyakinannya.&lt;br /&gt;Pada saat ini terlihat bahwa acara tersebut hanya merupakan bentuk komersil dari acara-acara yang mengusung tema perdebatan. Acara debat sudah menjadi hilang dan kabur dari esensi pokoknya. Segala bentuk tata krama dalam perdebatan mulai dihilangkan walaupun tidak seluruhnya. Perdebatan selalu diakhiri dengan saling ejek, hina, dsb. Apa ini yang dikatakan demokrasi?&lt;br /&gt;Bukankah sebuah perdebatan dilakukan untuk saling melengkapi dan mengoreksi agar sesuatu yang diperdebatkan menjadi lurus dan dapat diterima oleh kedua belah pihak. Tapi yang terjadi sekarang ini adalah seseorang yang mencoba mati-matian mempertahankan pendapatnya walaupun telah terbukti bahwa pendapatnya keliru. Pada akhirnya jawabn yang muncul menjadi tidak relevan. Kemudian muncul saling ejek guna menekan lawan. Apa maksud semua itu?&lt;br /&gt;Ketika acara selesai maka dipastikan tidak akan mendapat simpulan apa-apa. Tidak ada hasil positif dari apa yang diperdebatkan. Dan masalah yang diperdebatkan akan terus menggantung tanpa tahu bagaimana cara mengatasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya  adalah salah satu perusahaan tv swasta yang biasa menyiarkan acara debat dalam salah satu program acaranya. Tema yang diangkat merupakan current issue yang sedang terjadi. Antara lain demo anarkis, kenaikan BBM, hak angket, dll. Disitu terlihat setiap orang tidak lagi menyampaikan aspirasi secara murni, tetapi menyampaikan aspirasi guna menekan dan mematikan lawan debatnya. Tapi ironisnya ternyata hal seperti itulah yang dibangun oleh para perusahaan pers. Rakyat ini disuguhi tayangan dimana setiap saudaranya saling cerca dan ejek. Dan ternyata rakyat menyukainya. &lt;br /&gt; Mengapa harus terjadi seperti itu?&lt;br /&gt;Kapan Indonesia ini berhenti berdebat dan coba memulai melakukan sesuatu?&lt;br /&gt;Janganlah marah. Tapi akuilah jika wajar Presiden kita menyebut bangsa ini sebagai bangsa yang pemalas dan pemarah. &lt;br /&gt;Sekali lagi saya tekankan jangan marah.&lt;br /&gt;Penulis yakin orang-orang yang dihadirkan dalam acara tersebut adalah orang yang berkompeten di bidangnya. Tapi sayang mereka lebih senang menggunakannya untuk mematikan lawan bicaranya yang tidak lain adalah saudara sebangsanya sendiri.&lt;br /&gt;Semua orang sibuk mencari kambing hitam. Tidak ada yang berniat membenahi bangsa ini karena rasa memiliki yang semu dan pragmatis terhadap bangsa dan negara ini.&lt;br /&gt;Sudahlah .. Saatnya kita berpikirak lebih dewasa. Jangan mau menjadi bangsa yang mudah di pecah belah. Kuatkan fondasi kepercayaan antar sesama. Karena apalagi yang dapat dihadirkan oleh bangsa yang rapuh selain rasa percaya. Kita harus belajar lebih banyak  tentang hal tersebut.&lt;br /&gt;Mari kita bersama-sama songsong Indonesia yang lebih baik.&lt;br /&gt;Hanya dengan partisipasi aktif, bangsa ini dapat dikembalikan kedudukannya di posisi terhormat. &lt;br /&gt;Ingatlah, bangsa ini pernah dihormati di semenanjung malaya hingga madagaskar. Sekarang kita mulai lagi dari nol dan susun kembali semuanya.&lt;br /&gt;Indonesia harus lebih baik di masa datang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8148036450073894791-4388200760663315276?l=iamanew.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iamanew.blogspot.com/feeds/4388200760663315276/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8148036450073894791&amp;postID=4388200760663315276' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8148036450073894791/posts/default/4388200760663315276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8148036450073894791/posts/default/4388200760663315276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iamanew.blogspot.com/2008/07/indonesia-tidak-mendebat-bangsanya.html' title='Indonesia tidak mendebat bangsanya'/><author><name>sepuluh jari tangan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_qKx7JOcGJIg/SEzyxelUPQI/AAAAAAAAAAg/bucnAg8i8T8/S220/1_914995620l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8148036450073894791.post-354988796313765488</id><published>2008-06-24T08:32:00.000+07:00</published><updated>2008-06-24T08:33:27.764+07:00</updated><title type='text'>Golongan putih adalah pemenangnya</title><content type='html'>Dalam pilkada tahun ini banyak sekali perubahan-perubahan yang terjadi. Tetapi walaupun begitu masih tetap ada tradisi yang tidak pernah hilang dalam ajang sekelas pilkada. Tradisi itu antara lain gugatan dugaan pelanggaran yang dilayangkan pihak minoritas atau si kalah. Berbagai macam bukti dikeluarkan guna membatalkan hasil penghitungan suara. &lt;br /&gt;Tetapi dibalik semua fenomena jadul tersebut, kini muncul fenomena-fenomena lain yang tidak kalah menarik dan mencengangkan. Fenomena tersebut bernama golongan putih. Golongan putih adalah orang yang enggan menggunakan hak yang dimilikinya karena sesuatu hal. &lt;br /&gt;Menurut pengolahan dari berbagai sumber, Pada pilkada kali ini tingkat partisipasi masyarakat cenderung menurun. Misalnya pada  pilkada di daerah Jawa Barat yang menghasilkan golput sebesar 35% dari total masyarakatnya. Sedangkan gubernur terpilih Jawa Barat hanya meraih suara sebanyak sekitar 30% dari total partisipan pilkada. Berarti jika nilai partisipasi golput itu diberdayagunakan maka bukan tidak mungkin dapat menjadi kekuatan massa yang baru. Contoh lain misalnya pada pilkada Jawa Tengah dimana tingkat golput mencapai sekitar 45% dari total masyarakat Jawa Tengah. Sedangkan  pemenang pilkada Jawa Tengah hanya meraih 47% dari total partisipan pilkada atau hanya sekitar 24% dari total masyarakat Jawa Tengah. &lt;br /&gt;Fenomena ini mungkin terjadi karena semakin rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemimpin-pemimpin terdahulu yang berakibat pada krisis kepercayaan saat ini. Kita tidak dapat menyalahkan masyarakt yang sudah mulai jemu dan bosan dengan semua obral janji pemerintah. Daripada pusing memikirkan janji- janji para pemimpin yang tak kunjung terealisasi maka masyarakat lebih senang untuk mengindahkn momen pemilihan tersebut. Masyarakat sudah benar-benar apatis karena siapapun nanti yang terpilih toh kehidupan mereka akan tetap saja sama. &lt;br /&gt;Hari ini rakyat Indonesia benar-benar membutuhkan figur seorang pemimpin yang mampu membangkitkan kembali semangat berbangsa dan bernegara. Tidak lagi ada tokoh karismatik yang mampu mengajak rakyatnya untuk bersama-sama membangun negeri ini. Saat ini semua orang melakukan sesuatu hanya untuk dirinya sendiri tanpa harus peduli dengan ketidakberuntungan orang lain. Mungkin benar kata Alm. Pramudya Ananta Toer bahwa bangsa ini terlalu banyak melahirkan pembesar bukan pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia ini harus lebih baik di masa datang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8148036450073894791-354988796313765488?l=iamanew.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8148036450073894791/posts/default/354988796313765488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8148036450073894791/posts/default/354988796313765488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iamanew.blogspot.com/2008/06/golongan-putih-adalah-pemenangnya.html' title='Golongan putih adalah pemenangnya'/><author><name>sepuluh jari tangan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_qKx7JOcGJIg/SEzyxelUPQI/AAAAAAAAAAg/bucnAg8i8T8/S220/1_914995620l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8148036450073894791.post-7367757404207001552</id><published>2008-06-24T06:14:00.000+07:00</published><updated>2008-06-24T06:17:49.956+07:00</updated><title type='text'>Paradigma pilkada Indonesia</title><content type='html'>Beberapa waktu belakangan ini telah dilaksanakan pilkada-pilkada di beberapa tempat di Indonesia. Pada momen tersebut bangsa ini akan melakukan pemilihan terhadap calon pemimpin daerahnya. Berbagai harapan muncul disetiap momen tersebut. &lt;br /&gt;Dari beberapa pilkada yang telah dilaksanakan, ada beberapa paradigma baru yang berkembang di masyarakat. Hal-hal baru tersebut antara lain munculnya calon-calon muda yang maju ke ajang pemilihan tersebut. Dan nyatanya di beberapa pilkada ternyata partai yang mengusung calon muda lebih diminati kini. Hal itu merupakan tanda bahwa masyarakat saat ini ingin mencoba suatu perjalanan dan pengalaman politik yang baru dengan harapan tercapainya masyarakat yang sejahtera. Terlihat sekali masyarakat kini ingin sekali menemui suatu perubahan. Calon Pasangan pemimpin muda saat ini dapat dinilai positif dalam perjalanan kereta politik di Indonesia dalam menentang dominasi pemimpin yang dinilai sudah out of date. Mungkin masyarakat menganggap karakter yang dimiliki pemimpin lama karena dianggap tidak mampu menjalankan dan mencerminkan keinginan rakyatnya. Pemimpin-pemimpin terdahulu dianggap hanya bergelora pada masa kampanye, tapi loyo disaat memimpin.&lt;br /&gt;Paradigma kedua adalah munculnya partai-partai alternatif sebagai pemenang di beberapa pilkada. Ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai jenuh dengan mesin politik yang ada. Mesin politik yang ada dinilai sudah uzur dengan mesin yang kolot dan para kelasinya yang setia berpegang teguh terhadap sang kapten yang mempertahankan pemikiran lamanya tanpa mampu mengikuti perkembangan zaman. Ibarat sebuah mobil angkutan yang tua. Lama-lama akan ditinggalkan para penumpangnya yang lebih memilih angkutan dengan mesin terbaru dan SDM  modern.&lt;br /&gt;Beberapa hal diatas bukannya merupakan tanda-tanda akan matinya partai-partai kolot yang telah bertahan lama. Tapi merupakan batu sandungan untuk mengingatkan bahwa masyarakat butuh sebuah nafas baru yang segar. Mereka sudah muak dengan kinerja pendekar-pendekar politik tua yang dimana kebijakan-kebijakan politiknya dianggap tidak mampu lagi mencerminkan pola keinginan bangsa.&lt;br /&gt;Bangsa ini tidak perlu pemimpin yang dapat menghasilkan emas permata, bangsa ini tidak perlu pemimpin yang sangat jenius dengan gelar yang berceceran di belakangnya. Bangsa ini hanya membutuhkan pemimpin yang mengerti jalan pikiran rakyat. Pemimpin yang berorientasi untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.&lt;br /&gt;Bangsa ini tidak memerlukan seorang yang superior melainkan pemimpin yang mampu sedikit saja membawa perubahan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8148036450073894791-7367757404207001552?l=iamanew.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iamanew.blogspot.com/feeds/7367757404207001552/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8148036450073894791&amp;postID=7367757404207001552' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8148036450073894791/posts/default/7367757404207001552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8148036450073894791/posts/default/7367757404207001552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iamanew.blogspot.com/2008/06/paradigma-pilkada-indonesia.html' title='Paradigma pilkada Indonesia'/><author><name>sepuluh jari tangan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_qKx7JOcGJIg/SEzyxelUPQI/AAAAAAAAAAg/bucnAg8i8T8/S220/1_914995620l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8148036450073894791.post-3231748367691896320</id><published>2008-06-12T12:42:00.003+07:00</published><updated>2008-12-11T12:38:36.481+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='world news'/><title type='text'>Meninggal ketika sujud</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qKx7JOcGJIg/SFC3p2VPAsI/AAAAAAAAABg/1P-QnJukbns/s1600-h/1186472175_wft_ketika_sujud.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qKx7JOcGJIg/SFC3p2VPAsI/AAAAAAAAABg/1P-QnJukbns/s400/1186472175_wft_ketika_sujud.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5210866698454762178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;dapet waktu lagi browsing-browsing.. Subhanallah. Apa yang lebih baik daripada menghadap Allah dalam keadaan seperti ini...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8148036450073894791-3231748367691896320?l=iamanew.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8148036450073894791/posts/default/3231748367691896320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8148036450073894791/posts/default/3231748367691896320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iamanew.blogspot.com/2008/06/meninggal-ketika-sujud.html' title='Meninggal ketika sujud'/><author><name>sepuluh jari tangan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_qKx7JOcGJIg/SEzyxelUPQI/AAAAAAAAAAg/bucnAg8i8T8/S220/1_914995620l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_qKx7JOcGJIg/SFC3p2VPAsI/AAAAAAAAABg/1P-QnJukbns/s72-c/1186472175_wft_ketika_sujud.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8148036450073894791.post-5819954336814272592</id><published>2008-06-12T11:54:00.001+07:00</published><updated>2008-06-12T12:32:01.667+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='world news'/><title type='text'>Kisah nyata: Menjelajahi Akhirat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);" &gt;Kesaksian Warga Bengkalis yang Mati Suri dalam Temu Alumni ESQ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);" &gt; 'Menyaksikan Orang  Disiksa dan Ingin Kembali ke Dunia'.  Pengalaman mati suri &lt;a onclick="return false;window.open(this.href, '_blank', 'width=200,height=247,scrollbars=no,resizable=no,toolbar=no,directories=no,location=no,menubar=no,status=no,left=0,top=0'); return false" href="http://djuanda37.blogs.friendster.com/.shared/image.html?/photos/uncategorized/moody.jpg"&gt;&lt;img src="http://djuanda37.blogs.friendster.com/djuanda_community/images/moody.jpg" title="Moody" alt="Moody" style="margin: 0px 5px 5px 0px; float: left;" border="0" height="123" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;seperti yang dialami Aslina, telah pula dirasakan   banyak orang.  Seorang peneliti dan meraih gelar doktor filsafat dari Universitas    &lt;b&gt;Dr Raymond   A Moody&lt;/b&gt; pernah meneliti fenomena ini.  Hasilnya orang mati suri rata-rata memiliki pengalaman yang hampir sama.   Masuk lorong waktu dan ingin dikembalikan ke dunia.   Catatan ini dilengkapi pula dengan penjelasan instruktur ESQ Legisan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);" &gt;  Sugimin yang   mengutip Al-Quran   yang menjelaskan orang yang mati itu ingin dikembalikan ke dunia, serta   penelusuran   melalui   internet tentang Dr Raymond.    Aslina adalah warga Bengkalis yang mati suri 24 Agustus 2006 lalu. Gadis   berusia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);" &gt;  sekitar 25 tahun itu   memberikan kesaksian saat nyawanya dicabut dan apa yang disaksikan ruhnya   saat mati   suri. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);" &gt;  Sebelum Aslina memberi kesaksian, pamannya Rustam Effendi memberikan   penjelasan   pembuka. Aslina berasal dari keluarga sederhana, ia telah yatim. Sejak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);" &gt; kecil cobaan  telah datang pada dirinya. Pada umur tujuh tahun tubuhnya terbakar api  sehingga harus  menjalani dua kali operasi. Menjelang usia SMA ia termakan racun. Tersebab  itu ia  menderita selama tiga tahun.  Pada umur 20 tahun ia terkena gondok (hipertiroid) . Gondok tersebut  menyebabkan  beberapa kerusakan pada jantung dan matanya.  Karena penyakit gondok itu maka Jumat, 24 Agustus 2006 Aslina menjalani  check-up atas  gondoknya  di Rumah Sakit Mahkota Medical Center (MMC) Melaka Malaysia . Hasil  pemeriksaan  menyatakan  penyakitnya di ambang batas sehingga belum bisa dioperasi. ''Kalau dioperasi maka akan terjadi pendarahan,' 'jelas Rustam. Oleh&gt; karena itu Aslina.  hanya diberi  obat. Namun kondisinya tetap lemah. Malamnya Aslina gelisah luar biasa,  dan terpaksa  pamannya membawa Aslina kembali ke Mahkota sekitar pukul 12 malam itu. Ia  dimasukkan  ke unit gawat darurat (UGD), saat itu detak jantungnya dan napasnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);" &gt;  sesak.Lalu  ia   dibawa ke luar UGD masuk ke ruang perawatan. ''Aslina seperti &lt;a onclick="return false;window.open(this.href, '_blank', 'width=150,height=180,scrollbars=no,resizable=no,toolbar=no,directories=no,location=no,menubar=no,status=no,left=0,top=0'); return false" href="http://djuanda37.blogs.friendster.com/.shared/image.html?/photos/uncategorized/icon_kubur01.jpg"&gt;&lt;img src="http://djuanda37.blogs.friendster.com/djuanda_community/images/icon_kubur01.jpg" title="Icon_kubur01" alt="Icon_kubur01" style="margin: 0px 5px 5px 0px; float: left;" border="0" height="120" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;orang ombak   (menjelang   sakratulmaut, red). Lalu saya ajarkan kalimat thoyyibah dan syahadat.   Setelah itu   dalam pandangan saya Aslina menghembuskan nafas terakhir, ''   ungkapnya. Usai Rustam memberi pengantar, lalu Aslina memberikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);" &gt;  kesaksiaanya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);" &gt;  ''Mati adalah pasti. Kita ini calon-calon mayat, calon penghuni kubur,''   begitu ia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);" &gt;  mengawali kesaksiaanya   setelah meminta seluruh hadirin yang memenuhi Grand Ball Room Hotel   Mutiara Merdeka   Pekanbaru tersebut membacakan shalawat untuk Nabi Muhammad SAW. Tak lupa   ia juga   menasehati jamaah untuk memantapkan iman, amal dan ketakwaan sebelum mati   datang. ''Saya telah merasakan mati,'' ujar anak yatim itu. Hadirin   terpaku mendengar   kesaksian itu. Sungguh, lanjutya, terlalu sakit mati itu.    ''Sungguh sakitnya, Pak, Bu,'' ulangnya di hadapan  lebih dari 300  alumni ESQ .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);" &gt;   Diceritakan, rasa sakit ketika nyawa dicabut itu seperti sakitnya kulit   hewan ditarik   dari daging,   dikoyak. Bahkan lebih sakit lagi. ''Terasa malaikat mencabut (nyawa, red)   dari kaki  kanan saya,''   tambahnya. Di saat itu ia sempat diajarkan oleh pamannya kalimat thoyibah.  ''Saat di   ujung napas, saya   berzikir,'' ujarnya.&lt;a onclick="return false;window.open(this.href, '_blank', 'width=150,height=180,scrollbars=no,resizable=no,toolbar=no,directories=no,location=no,menubar=no,status=no,left=0,top=0'); return false" href="http://djuanda37.blogs.friendster.com/.shared/image.html?/photos/uncategorized/icon_dying.jpg"&gt;&lt;img src="http://djuanda37.blogs.friendster.com/djuanda_community/images/icon_dying.jpg" title="Icon_dying" alt="Icon_dying" style="margin: 0px 5px 5px 0px; float: left;" border="0" height="120" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;  Pekanbaru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);" &gt;  Diungkapkan, ketika ruhnya telah tercabut dari jasad, ia menyaksikan di sekelilingnya   ada dokter, pamannya dan ia juga melihat jasadnya yang terbujur. Setelah  itu datang  dua malaikat serba putih mengucapkan Assalaimualaikum kepada ruh Aslina.  ''Malaikat itu besar, kalau memanggil, jantung rasanya mau copot,  gemetar,'' ujar  Aslina mencerita pengalaman matinya.  Lalu malaikat itu bertanya: ''siapa Tuhanmu, apa agamamu, dimana kiblatmu  dan siapa  nama orangtuamu. "  Ruh Aslina menjawab semua pertanyaan itu dengan lancar. Lalu ia dibawa ke  alam  barzah. ''Tak ada teman kecuali amal,'' tambah Aslina yang Ahad malam itu  berpakaian  serba hijau.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);" &gt;  Seperti pengakuan pamannya, Aslina bukan seorang pendakwah, tapi malam itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);" &gt;  ia tampil  memberikan  kesaksian bagaikan seorang muballighah.  Di alam barzah ia melihat seseorang ditemani oleh sosok yang mukanya  berkudis,badan  berbulu dan mengeluarkan bau busuk. Mungkin sosok itulah adalah amal buruk  dari orang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);" &gt;  tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);" &gt;  Aslina melanjutkan. ''Bapak, Ibu, ingatlah mati,'' sekali lagi ia mengajak  hadirin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);" &gt;  untuk bertaubat dan  beramal sebelum ajal menjemput. Di alam barzah, ia melanjutkan  kesaksiannya, ruh  Aslina dipimpin oleh  dua orang malaikat. Saat itu ia ingin sekali berjumpa dengan ayahnya. Lalu  iamemanggil malaikat itu dengan ''Ayah''. ''Wahai ayah bisakah saya bertemu  dengan ayah  saya,'' tanyanya. Lalu muncullah satu sosok.  Ruh Aslina tak mengenal sosok yang berusia antara 17-20 tahun itu. Sebab  ayahnya  meninggal saat berusia 65 tahun. Ternyata memang benar, sosok muda itu  adalah ayahnya.  Ruh Aslina mengucapkan salam ke ayahnya dan berkata: ''Wahai ayah, janji  saya telah  sampai.''  Mendengar itu ayah saya saya menangis. Lalu ayahnya berkata kepada Aslina.  ''Pulanglah  ke rumah, kasihan adik-adikmu. '' ruh Aslina pun menjawab. ''Saya tak bisa  pulang,  karena janji telah sampai''.  Usai menceritakan dialog itu, Aslina mengingatkan kembali kepada hadirin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);" &gt;  bahwa alam  barzah dan akhirat itu benar-benar ada. ''Alam barzah, akhirat, surga dan  neraka itu betul ada. Akhirat adalah kekal,'' ujarnya bak seorang  pendakwah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);" &gt;  Setelah dialog antara ruh Aslina dan ayahnya. Ayahnya tersebut menunduk.  Lalu dua  malaikat memimpinnya kembali, ia bertemu dengan perempuan yang beramal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);" &gt;  shaleh yang  mukanya bercahaya dan wangi. Lalu ruh Aslina dibawa kursi yang empuk dan  didudukkan di  kursi tersebut, disebelahnya terdapat seorang perempuan yang menutup  aurat, wajahnya  cantik. Ruh Aslina bertanya kepada perempuan itu. ''Siapa kamu?'' lalu  perempuan itu  menjawab.''Akulah (amal) kamu.''&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);" &gt;  &lt;a onclick="return false;window.open(this.href, '_blank', 'width=300,height=280,scrollbars=no,resizable=no,toolbar=no,directories=no,location=no,menubar=no,status=no,left=0,top=0'); return false" href="http://djuanda37.blogs.friendster.com/.shared/image.html?/photos/uncategorized/gazabeachkilling1.jpg"&gt;&lt;img src="http://djuanda37.blogs.friendster.com/djuanda_community/images/gazabeachkilling1.jpg" title="Gazabeachkilling1" alt="Gazabeachkilling1" style="margin: 0px 5px 5px 0px; float: left;" border="0" height="93" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;Selanjutnya ia dibawa bersama dua malaikat dan amalnya berjalan menelurusi  lorong  waktu melihat penderitaan manusia yang disiksa. Di sana ia melihat seorang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);" &gt;  laki-laki  yang memikul besi seberat 500 ton, tangannya dirantai ke bahu, pakaiannya  koyak-koyak  dan baunya menjijikkan. Ruh Aslina bertanya kepada amalnya. ''Siapa  manusia ini?''  Amal Aslina menjawab orang tersebut ketika hidupnya suka membunuh orang.  Lalu dilihatnya orang yang yang kulit dan dagingnya lepas. Ruh Aslina  bertanya lagi ke  amalnya tentang  orang tersebut. Amalnya mengatakan bahwa manusia tersebut tidak pernah  shalat.  Selanjutnya tampak pula oleh ruh Aslina manusia yang dihujamkan besi ke  tubuhnya.  Ternyata orang itu adalah manusia yang suka berzina. Tampak juga orang  saling bunuh,  manusia itu ketika hidup suka bertengkar dan mengancam orang lain.  Dilihatkan juga pada ruh Aslina, orang yang ditusuk dengan 80 tusukan,  setiap tusukan  terdapat 80 mata  pisau yang tembus ke dadanya, lalu berlumuran darah, orang tersebut  menjerit dan tidak  ada yang  menolongnya. Ruh Aslina bertanya pada amalnya. Dan dijawab orang tersebut  adalah orang  juga suka  membunuh. Ada pula orang yang dihempaskan ke tanah lalu dibunuh. Orang  tersebut adalah  anak yang durhaka dan tidak mau memelihara orang tuanya ketika di dunia.  Perjalananmenelusuri lorong waktu terus berlanjut. Sampailah ruh Aslina di malam yang gelap, kelam dan sangat pekat sehingga  dua malaikat  dan amalnya yang ada disisinya tak tampak. Tiba-tiba muncul suara orang  mengucap :  Subnallah,Alhamdulillah dan Allahu Akbar.Tiba-tiba ada yang mengalungkan  sesuatu di  lehernya.Kalungan itu ternyata tasbih yang memiliki biji 99 butir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);" &gt;  Perjalanan berlanjut. Ia nampak tepak tembaga yang sisi-sisinya  mengeluarkan cahaya,  di belakang tepak  itu terdapat gambar kakbah. Di dalam tepak terdapat batangan emas. Ruh  Aslina bertanya  pada amalnya  tentang tepak itu. Amalnya menjawab tepak tersebut adalah husnul khatimah.  (Husnul  khatimah secara  literlek berarti akhir yang baik. Yakni keadaan dimana manusia pada akhir  hayatnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);" &gt;  dalam keadaan (berbuat) baik,red).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);" &gt;  Selanjutnya ruh Aslina mendengarka azan seperti azan di Mekkah. Ia pun  &lt;a onclick="return false;window.open(this.href, '_blank', 'width=375,height=300,scrollbars=no,resizable=no,toolbar=no,directories=no,location=no,menubar=no,status=no,left=0,top=0'); return false" href="http://djuanda37.blogs.friendster.com/.shared/image.html?/photos/uncategorized/sholat1.jpg"&gt;&lt;img src="http://djuanda37.blogs.friendster.com/djuanda_community/images/sholat1.jpg" title="Sholat1" alt="Sholat1" style="margin: 0px 5px 5px 0px; float: left;" border="0" height="80" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;mengatakan  kepada amalnya. ''Saya mau shalat.'' Lalu dua malaikat yang memimpinnya  melepaskan  tangan ruh Aslina. ''Saya pun bertayamum, saya shalat seperti orang-orang  di dunia  shalat,'' ungkap Aslina.  Selanjutnya ia kembali dipimpin untuk melihat Masjid Nabawi. Lalu  diperlihatkan pula  kepada  ruh Aslina, makam Nabi Muhammad SAW. Dimakam tersebut batangan-batangan  emas di dalam  tepak ''husnul khatimah'' itu mengeluarkan cahaya terang. Berikutnya ia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);" &gt;  melihat cahaya  seperti matahari tapi agak kecil.  Cahaya itu pun bicara kepada ruh Aslina. ''Tolong kau sampaikan kepada  umat, untuk  bersujud di hadapan Allah.''&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);" &gt;  Selanjutnya ruh Aslina menyaksikan miliaran manusia dari berbagai abad  berkumpul di  satu lapangan yang sangat luas. Ruh Aslina hanya berjarak sekitar lima  meter dari  kumpulan manusia itu. Kumpulan manusia itu berkata. ''Cepatlah kiamat, aku  tak tahan  lagi di sini Ya Allah.  '' Manusia-manusia itu juga memohon. ''Tolong kembalikan aku ke dunia, aku  mau  beramal.''  Begitulah di antara cerita Aslina terhadap apa yang dilihat ruhnya saat ia  mati suri.  Dalam kesaksiaannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);" &gt;  ia senantiasa mengajak hadirin yang datang pada pertemuan alumni ESQ itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);" &gt;  untuk  bertaubat dan beramal  shaleh serta tidak melanggar aturan Allah. Setelah kesaksian Aslina,  instruktur  Pelatihan ESQ Legisan  Sugimin yang telah mendapat lisensi dari Ary Ginanjar (pengarang buku  sekaligus penemu  metode Pelatihan ESQ) menjelaskan bahwa fenomena mati suri dan apa yang  disaksikan  oleh orang yang mati suri pernah diteliti ilmuan Barat.  Legisan mengemukakan pula, mungkin diantara alumni ESQ yang hadir pada  Ahad (24/9)  malamitu ada yang tidak percaya atau ragu terhadap kesaksian Aslina. Tapi yang&gt; jelas,  lanjutnya, rata-rata orang yang mati suri merasakan dan melihat hal yang  hampir sama.  ''Apa yang disampaikan Aslina, mungkin bukti yang ditunjukkan Allah kepada  kita  semua, ''&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);" &gt;  ujarnya.Legisan menjelaskan penelitian oleh Dr Raymond A Moody Jr tentang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);" &gt;  mati suri.  Raymond mengemukakan orang mati suri itu dibawa masuk ke lorong waktu, di  sana ia  melihat rekaman seluruh apa yang telah ia lakukan selama hidupnya. Dan  diakhir  pengakuan orang mati suri itu berkata: ''Dan aku ingin agar aku dapat  kembali dan  membatalkan semuanya.''  Menanggapi kesaksian Aslina yang melihat orang-orang berteriak ingin  dikembalikan ke  dunia dan ingin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);" &gt;  beramal serta penelitian Raymond yang menyebutkan ''aku ingin agar aku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);" &gt;  dapat kembali  dan membatalkan semuanya,''  Legisan mengutip ayat Al-Quran Surat Al-Mu'muninun (23) ayat 99-100:  Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia  berkata:''Ya, Tuhanku  kembalikanlah aku (ke dunia).''(99) . Agar aku berbuat amal yang saleh  terhadap yang  telah aku tinggalkan. Sekali-kali  tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di  hadapan mereka  ada dinding  sampai hari mereka dibangkitkan. (100).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);" &gt;  Sebagai penguat dalil agar manusia bertaubat, dikutipkan juga Quran Surat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);" &gt;  Az-Zumar  ayat 39: ''Dan  kembalilah kamu kepada Tuhan-Mu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum  datang azab  kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).'' Usai pertemuan alumni itu, Aslina meminta nasehat dari Legisan. Intruktur  ESQ itu  menyarankan agar Aslina senatiasa berdakwah dan menyampaikan kesaksiaannya  saat mati  suri kepada masyarakat agar mereka bertaubat dan senantiasa mentaati  perintah Allah  dan menjauhi larangan-Nya.  Setelah acara, banyak di antara alumni yang bersimpati dan ingin membantu  pengobatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);" &gt;  sakit  gondoknya. Para hadirinpun menyempat diri untuk berfoto bersama Aslina.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);" &gt;  Semoga pembaca dapat mengambil pelajaran dari  kesaksiaan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#66cc00;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;     &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;sumber : -&lt;a href="http://blogs.www.friendster.com/t/app/weblog/www.kaskus.us"&gt;www.kaskus.us&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;              -&lt;a href="http://blogs.www.friendster.com/t/app/weblog/www.riaupos.com"&gt;www.riaupos.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;sumber gambar : - &lt;a href="http://swaramuslim.net/islam/more.php?id=5474_0_4_0_M"&gt;http://swaramuslim.net/islam/more.php?id=5474_0_4_0_M&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;                          -&lt;a href="http://www.inlightimes.com/archives/1999/11/moody.htm"&gt;http://www.inlightimes.com/archives/1999/11/moody.htm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;                          -&lt;a href="http://swaramuslim.net/islam/more.php?id=1451_0_4_0_M"&gt;http://swaramuslim.net/islam/more.php?id=1451_0_4_0_M&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;                          -&lt;a href="http://www.thepeoplesvoice.org/cgi-bin/blogs/voices.php/2006/07/01/p9113"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;http://www.thepeoplesvoice.org/cgi-bin/blogs/voices.php/2006/07/01/p9113&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color:#66cc33;"&gt;And I thought &lt;/span&gt;: &lt;span style="color:#ff3300;"&gt;Subhanallah,, Betapa beruntungnya azlina yang mendapat Ridho Allah mengunjungi kebesaranNya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8148036450073894791-5819954336814272592?l=iamanew.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iamanew.blogspot.com/feeds/5819954336814272592/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8148036450073894791&amp;postID=5819954336814272592' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8148036450073894791/posts/default/5819954336814272592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8148036450073894791/posts/default/5819954336814272592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iamanew.blogspot.com/2008/06/kisah-nyata-menjelajahi-akhirat.html' title='Kisah nyata: Menjelajahi Akhirat'/><author><name>sepuluh jari tangan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_qKx7JOcGJIg/SEzyxelUPQI/AAAAAAAAAAg/bucnAg8i8T8/S220/1_914995620l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8148036450073894791.post-5670796818451178233</id><published>2008-06-09T20:45:00.002+07:00</published><updated>2008-12-11T12:38:36.647+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the own thinking'/><title type='text'>Menilik kedatangangan KPK di Bea Cukai</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Oleh : Idham T A.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada jumat (30/06) lalu tim gabungan dari Bidang Kepatuhan Internal Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan sidak di Kantor Pelayanan Utama (KPU) bea cukai Tanjung Priuk Jakarta. Tim tersebut melakukan penggeledahan kepada setiap pegawai Bea cukai. Pada penggeledahan tersebut KPK berhasil mengamankan uang sebesar Rp 500 juta yang tersebar di berbagai tempat. Tak pelak sekitar 20 pejabat bea cukai yang diduga menerima suap, tapi pada akhirnya hanya empat yang resmi dijadikan tersangka. Adapun sisa pejabat bea cukai yang tidak terbukti terlibat penyuapan telah dibebaskan dan dapat melanjutkan pekerjaannya seperti semula.&lt;br /&gt;Kejadian tersebut diatas merupakan pukulan telak bagi Depkeu RI terutama Direktorat &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_qKx7JOcGJIg/SE-gHfKu81I/AAAAAAAAAAo/rwfSx-h6bWE/s1600-h/kpk3-dalam.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5210559344377000786" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_qKx7JOcGJIg/SE-gHfKu81I/AAAAAAAAAAo/rwfSx-h6bWE/s320/kpk3-dalam.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jenderal Bea dan Cukai. Hal ini menjadi begitu kompleks karena Depkeu merupakan proyek percontohan dari reformasi birokrasi di lingkungan departemen kenegaraan lainnya. Dalam proyek tersebut terdapat program remunerasi bagi para pegawainya dimana setiap pegawainya akan menerima tunjangan khusus yang tinggi. Remunerasi diadakan guna meningkatkan kecepatan dari pelayanan terhadap publik. Menurut perwakilan Apindo pada harian kompas&lt;br /&gt;Tanggal 9 juni 2008 mengatakan bahwa sebaiknya dana untuk remunerasi dialihkan kepada pengadaan pelatihan mentalitas pegawai.&lt;br /&gt;Menurut Anwar Suprijadi , Dirjen Bc, pengikut sertaan KPK dalam penggeledahan ini karena dianggap modus penyuapan sudah semakin canggih.&lt;br /&gt;Keputusan Dirjen Bc untuk mengikutsertakan KPK mendapat respon negatif dari para widyaiswara di Pusdiklat Bea Cukai. Mereka mengritik sikap Dirjen karena dianggap tidak dapat mengoptimalkan bidang yang memang sudah ada di bea cukai dalam menghadapi masalah seperti ini.&lt;br /&gt;Dalam sebuah wawancara yang dilakukan liputan6 terhadap seorang pengusaha menyatakan bahwa pemberian uang tersebut sudah dijadikan sebagai pengeluaran tetap yang disebut sebagai uang pergaulan.&lt;br /&gt;Praktek suap menyuap di bea cukai tidak hanya berlangsung dalam satu atau dua tahun, tetapi sudah berpuluh-puluh tahun lamany dan sudah menjadi kebiasaan yang mendarah daging. Walaupun begitu pegawai bea cukai tidak dapat disalahkan sepenuhnya. Karena pada kenyataannya pegawai yang melakukan tindak penyuapan memang sering sekali 'digoda' oleh pengusaha yang ingin mempercepat pengeluaran dokumen pengeluaran barang yang dianggap berlarut-larut sehingga para pengusaha mengambil jalan pintas untuk mempercepat pengeluaran barang tersebut. Pengusaha merisaukan penahanan berlarut-larut terhadap barang mereka karena tingginya harga sewa tempat penyimpanan kontainer per harinya.&lt;br /&gt;Memang jika ditilik akar permasalahannya, semua berawal dari kurangnya tenaga profesinal bea cukai terutama di pelabuhan yang potensial seperti Tanjung Priuk. Karena disinilah 80% kegiatan perdagangan internasional berada. Tak kurang dari 2000 Dokumen kepabeanan masuk setiap harinya. Disamping itu jajaran bea cukai didapuk sebagai penjaga garis depan terhadap barang-barang yang akan masuk ke dalam wilayah Indonesia. Ini semua menjadi kontradiksi prioritas dimana disatu sisi bea cukai wajib memberikan pelayanan yang prima bagi pengguna jasa kepabeanan, tapi disisi lain sebagai batu sandungan bagi barang-barang yang masuk guna pengamanan kedaulatan di negeri ini.&lt;br /&gt;Jika dilihat dari kacamata politi, Semua hal ini disebabkan karena terjadinya sentralisasi pembangunan dimana pertumbuhan yang tidak berimbang di wilayah Indonesia. Hal ini berdampak luas hingga ke bidang kepabeanan ini. Sentralisasi menyebabkan penduduk bertumpu di satu wilayah sehingga secara tidak langsung menyebabkan terpusatnya penggunaan barang dan jasa di Indonesia sehingga tidak salah jika para pengusaha memfokuskan kegiatan perdagangannya di wilayah Jawa. Ketidaksiapan aparat bea cukai menghadapi fenomena ini juga disinyalir sebagai cikal bakal tindakan penyalahgunaan wewenang selain bobroknya mentalitas pegawai.&lt;br /&gt;Dalam mengurangi dampak tidak optimalnya kinerja bea cukai maka harus diadakan langkah-langkah antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dalam jangka panjang untuk memerataka pembangunan di Indonesia.&lt;br /&gt;2. Membuat suatu pelabuhan alternatif transit dengan standar pelayanan mumpuni.&lt;br /&gt;3. Memperbaiki mentalitas para pegawai.&lt;br /&gt;4. Membangun suatu jaringan komunikasi terpadu antara pengguna dan penyedia jasa.&lt;br /&gt;5. Pembinaan pegawai berbasis kinerja dan citra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua hal tersebut diatas menjadi tidak berguna jika semua sel dari sebuah sistem tidak memiliki tujuan yang sama. Oleh karena itu, dimulailah dari pembentukan visi bersama sehingga terjalin koneksi integritas yang dapat dipertanggungjawabkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8148036450073894791-5670796818451178233?l=iamanew.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iamanew.blogspot.com/feeds/5670796818451178233/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8148036450073894791&amp;postID=5670796818451178233' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8148036450073894791/posts/default/5670796818451178233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8148036450073894791/posts/default/5670796818451178233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iamanew.blogspot.com/2008/06/menilik-kedatangangan-kpk-di-bea-cukai.html' title='Menilik kedatangangan KPK di Bea Cukai'/><author><name>sepuluh jari tangan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_qKx7JOcGJIg/SEzyxelUPQI/AAAAAAAAAAg/bucnAg8i8T8/S220/1_914995620l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_qKx7JOcGJIg/SE-gHfKu81I/AAAAAAAAAAo/rwfSx-h6bWE/s72-c/kpk3-dalam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8148036450073894791.post-700608806910330283</id><published>2008-06-08T17:18:00.006+07:00</published><updated>2008-06-08T17:55:06.557+07:00</updated><title type='text'>Manusia Kebal Peluru akhirnya tewas</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Gorontalo, Sulawesi Selatan, Indonesia. Seorang warga Gorontalo bernama Tarzan ,yang diduga merupakan pengikut aliran Mahdi di Sulawesi selatan, menantang polisi untuk menembak dirinya. Tarzan bukan tanpa pikir panjang menantang polisi seperti itu. Ternyata tarzan memiliki ilmu kebal dari peluru. Tak jelas berasal darimana ilmu tersebut, yang pasti polisi dibuat kewalahan dengan ulah orang ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Awalnya polisi tidak menggubris tantangan Tarzan. Tapi lama-kelamaan polisi merasa perlu melakukan tindakan preventif guna meredam aksi gila ini. Tarzan dengan menenteng golok ditangannya terus menantang polisi untuk maju. Akhirnya polisi mulai mencoba untuk menembak kaki tarzan. Marasa tidak ada luka yang muncul, maka polisi mulai berani untuk menembak di bagian dada. Tak pelak 107 peluru dimuntahkan dari senapan polisi, tapi tak ada satupun yang dapat melukai Tarzan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Akhirnya seorang warga mencoba memberitahu polisi bahwa semua kekuatan Tarzan berasal dari cincin yang dipakai di jarinya. Seorang penembak jitu dari kepolisian kemudian menembak cincin yang dikenakan Tarzan. seketika itu juga tarzan ambruk dilumpuhkan timah panas polisi. Tarzan tewas ditempat setelah sempat melalui masa kritis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Sebelumnya Tarzan telah membunuh seorang polisi yang datang bersama seorang warga setempat lainnya untuk menagih hutang sebesar Rp2.000.000,- . Polisi tersebut tewas seketika ditebas golok di bagian belakang kepala oleh tarzan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Sumber          : -Redaksi siang Trans7 tanggal 06 Juni 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Link video      :&lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(255, 0, 0);" href="http://youtube.com/watch?v=9fxvKPVaJK8"&gt;http://youtube.com/watch?v=9fxvKPVaJK8&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Sumber gambar   : doc.pribadi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8148036450073894791-700608806910330283?l=iamanew.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8148036450073894791/posts/default/700608806910330283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8148036450073894791/posts/default/700608806910330283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iamanew.blogspot.com/2008/06/manusia-kebal-peluru-akhirnya-tewas.html' title='Manusia Kebal Peluru akhirnya tewas'/><author><name>sepuluh jari tangan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_qKx7JOcGJIg/SEzyxelUPQI/AAAAAAAAAAg/bucnAg8i8T8/S220/1_914995620l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8148036450073894791.post-8432514597180939014</id><published>2008-06-06T08:02:00.003+07:00</published><updated>2008-12-11T12:38:36.978+07:00</updated><title type='text'>Ketika pijakan itu merapuh</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;oleh : Idham T A&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah maraknya demonstrasi yang dilancarkan berbagai elemen masyarakat. Mulai dari para pakar, pengusaha, mahasiswa, hingga ibu-ibu rumah tangga. Tapi dari sekian banyak demonstrasi yang dilakukan, hanya beberapa saja yang melakukan aksi damai. Sisanya dilakukan dengan aksi yang tidak simpatik bahkan cenderung anarkis. Bisa dilihat demonstrasi yang dilakukan oleh elemen mahasiswa seperti di makasar, jakarta dan sekitarnya. Bahkan BEM seluruh Indonesia telah melancarkan aksinya jauh-jauh hari sebelum kenaikan BBM walaupun tuntutan yang diusung tidak terlalu membahas tentang kenaikan BBM.&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qKx7JOcGJIg/SFCodibxAAI/AAAAAAAAABQ/mDgKY1xtQ-Q/s1600-h/lengser2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qKx7JOcGJIg/SFCodibxAAI/AAAAAAAAABQ/mDgKY1xtQ-Q/s320/lengser2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5210849994280599554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt; Aksi demontrasi ini sekarang sudah seperti menjadi agenda tetap. Bukan hanya mahasiswa, tetapi rakyat Indonesia pada umumnya. Timbul paradigma bahwa semua persoalan dapat dilampiaskan dengan demonstrasi.&lt;br /&gt;Aksi demonstrasi semakin marak terlebih setelah 'kemenangan' mahasiswa yang berhasil menurunkan rezim Alm. Soeharto.&lt;br /&gt;Demonstrasi pada akhir-akhir ini sudah kehilangan esensinya sehingga terkesan rakyat Indonesia merupakan rakyat penuntut dan pemarah. Memang hak kebebasan berpendapat di negeri ini&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt; sangat di junjung tinggi. Tetapi nampaknya aksi tersebut menjadi terasa kurang mantap tanpa adanya sedikit pelampiasan fisik. Hal ini menyebabkan gerakan mereka yang semula merupakan gerakan demokrasi intelektual berubah menjadi gerakan urban. Pertentangan internal pun muncul ketika rakyat yang mereka bela habis-habisan malah menyerang balik tindakan antipati mahasiswa. Hal tersebut dapat dilihat ketika demonstrasi di uki, moestopo, makasar, yogyakarta, dan lain-lain. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah mulai jenuh dengan demokrasi yang ada terlebih demokrasi tersebut dilakukan dengan mengorbankan kepentingan masyarakat banyak. Pemerintah pun bukannya tidak cacat. Hal ini menggambarkan bahwa demokrasi di Indonesia masih perlu untuk diperjelas dan dibuat aturan main yang jelas sehingga setiap demonstrasi sampai pesannya di dalam pemerintahan. Buntut panjang dari kelemahan ini adalah munculnya perasaan curiga dari setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Contohnya adalah kebijakan pemerintah untuk memberikan Bantuan Khusus Mahasiswa (BKM) yang merupakan dana bantuan sebesar Rp 400.000,- /semester, dianggap seba&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qKx7JOcGJIg/SFCq_etQblI/AAAAAAAAABY/1xxvEwZpDQ4/s1600-h/sm1hlbaru27.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qKx7JOcGJIg/SFCq_etQblI/AAAAAAAAABY/1xxvEwZpDQ4/s320/sm1hlbaru27.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5210852776419028562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;gai suap bagi mahasiswa guna meredam aksi-aksi di seluruh nusantara.&lt;br /&gt;Pemerintah dianggap sangat lamban dalam mengantisipasi kebijakan yang dibuat sendiri oleh pemerintah terlebih kebijakan kenaikan BBM tersebut dilakukan jauh-jauh hari sebelum kebijakan tersebut benar-benar direalisasikan. Hal ini mengakibatkan kepanikan yang berlebihan di seluruh nusantara ini.&lt;br /&gt;Dampak yang lebih luas adalah munculnya bibit keretakan persatuan dimana di dalamnya mudah sekali tindakan provokasi dilakukan. Bangsa ini dicurigai oleh rakyatnya sendiri. Dasar-dasar pancasila yang dahulu sangat dijunjung tinggi kini hanya tinggal semboyan kerakyatan yang usang dimana pancasila hanya digunakan sebagai pembenaran ketika status kebangsaan dan eksistensi dipertanyakan.&lt;br /&gt;Bangsa ini menjadi rapuh, bahkan terlalu rapuh untuk dipijak. Ketika pemimpin melakukan sesuatu tanpa empati dan ketika rakyat enggan berpegang tangan memangku sesamanya. Hal inilah yang mungkin terjadi saat ini di Indonesia kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;sumber gambar: -&lt;a href="http://nini3l.multiply.com/journal/item/63?&amp;amp;item_id=63&amp;amp;view:replies=reverse"&gt; http://nini3l.multiply.com/journal/item/63?&amp;amp;item_id=63&amp;amp;view:replies=reverse&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;                                  - &lt;a href="http://www.suaramerdeka.com/harian/0404/27/nas05.htm"&gt;http://www.suaramerdeka.com/harian/0404/27/nas05.htm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8148036450073894791-8432514597180939014?l=iamanew.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8148036450073894791/posts/default/8432514597180939014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8148036450073894791/posts/default/8432514597180939014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iamanew.blogspot.com/2008/06/ketika-pijakan-itu-merapuh.html' title='Ketika pijakan itu merapuh'/><author><name>sepuluh jari tangan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_qKx7JOcGJIg/SEzyxelUPQI/AAAAAAAAAAg/bucnAg8i8T8/S220/1_914995620l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_qKx7JOcGJIg/SFCodibxAAI/AAAAAAAAABQ/mDgKY1xtQ-Q/s72-c/lengser2.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8148036450073894791.post-6856119026935758437</id><published>2008-06-05T14:04:00.003+07:00</published><updated>2008-06-05T14:27:50.792+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the own thinking'/><title type='text'>PARADOKS CUKAI INDONESIA</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:0;" &gt; oleh : Idham T A.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 51);font-family:courier new;" &gt; Saat ini Indonesia menduduki peringkat 4 dalam konsumsi rokok dunia atau menghabiskan sekitar 230 miliar batang dalam &lt;a href="http://djuanda37.blogs.friendster.com/.shared/image.html?/photos/uncategorized/smoking_logo.jpg" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'width=467,height=467,scrollbars=no,resizable=no,toolbar=no,directories=no,location=no,menubar=no,status=no,left=0,top=0'); return false"&gt;&lt;img alt="Smoking_logo" title="Smoking_logo" src="http://djuanda37.blogs.friendster.com/djuanda_community/images/smoking_logo.jpg" style="margin: 0px 5px 5px 0px; float: left;" border="0" height="100" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;setahun.. Hal itu disamping sebagai kegagalan pemerintah dalam perannya sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;social protector&lt;/span&gt;. Hal tersebut juga dianggap suatu celah bagi pemerintah untuk mengisi kas APBN. Kita semua tahu bahwa rokok pada saat ini merupakan barang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;inelastis&lt;/span&gt; sehingga berapapun harganya akan tetap dibeli oleh konsumen .  sayangnya menurut data WHO bahwa 70% penduduk Indonesia adalah perokok dan dari 70% tersebut, 60% merupakan penduduk berpenghasilan rendah. Maka sangat tidak tepatlah pemerintah yang saat ini bergantung sangat besar terhadap penerimaan sektor cukai karena industri rokok pada saat ini dapat dikatakan belum terlalu jenuh&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.suarapembaruan.com/News/2005/02/05/Utama/0205mero.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px;" src="http://www.suarapembaruan.com/News/2005/02/05/Utama/0205mero.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 51);font-family:courier new;" &gt; sehingga masih merupakan lumbung APBN  selama ini. Ketergantungan pemerintah ini &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 51);font-family:courier new;" &gt;terbukti dengan selalu dinaikannya target penerimaan cukai setiap tahunnya oleh pemerintah.  &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 204, 51);font-family:courier new;" &gt; Menurut salah seorang widyaiswasa di Pusdiklat Bea Cukai bahwa hal   yang pada saat ini diprioritaskan dari beberapa peranan Bea Cukai adalah sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;revenue collector&lt;/span&gt; dan bukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;social protector&lt;/span&gt;.  Hal ini merupakan jawaban yang sangat ironis karena dapat disimpulkan bahwa hidup dan jalannya pemerintah saat ini berasal dari kesehatan masyaraktnya yang terjual. Kita semua pada saat ini seperti menjalankan misi yang hampir mustahil karena disatu sisi pemerintah &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 51);font-family:courier new;" &gt;membutuhkan sintikan dana tersebut guna membiayai APBN. Oleh karena itu pada saat ini peranan pemerintah hanya sebagai "pengingat" akan bahaya merokok karena di sisi lain begitu melimpahnya iklan-iklan atau propaganda dari rokok itu sendiri sehingga peringatan pemerintah di setiap kemasan rokok adalah hanya formalitas belaka . &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 204, 51);font-family:courier new;" &gt;Sampai saat ini Indonesi belum juga memverifikasi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Framework Convention on Tobbaco Control&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(FCTC)&lt;/span&gt; dimana diatur bahwa setiap negara yang telah memverifikasi MoU tersebut harus dapat atau telah menerapkan tarif cukai diatas 75%. Pada kondisi seperti saat ini, pemerintahpun bukan tidak mau memverifikasi perjanjian tersebut. Beberapa alasan yang penulis dapat antara lain:&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(51, 204, 51);font-family:courier new;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pemerintah tidak mungkin menaikkan tarif dengan drastis, tetapi melalui beberapa tahapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 51);font-family:courier new;" &gt;2. Pemerintah akan kehilangan salah satu sumber pendapatan APBN.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 51);font-family:courier new;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dari beberapa alasan di atas maka dapat dilihat bahwa jika sistem penerimaan APBN  masih seperti ini maka dipastikan kedua peran Bea &lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.7inusinfobudhi.blogjurnalistikonlain.com/wordpress/wp-content/uploads/2008/02/132.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px;" src="http://www.7inusinfobudhi.blogjurnalistikonlain.com/wordpress/wp-content/uploads/2008/02/132.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 51);font-family:courier new;" &gt;Cukai tidak dapat berjalan beriringan melainkan berbanding terbalik, dimana jika pemerintah menaikkan salah satu peranan maka akan menurunkan peranan lainnya. Pada alasan pertama disebutkan bahwa pemerintah tidak mungkin menaikkan tarif cukai secara drastis karena tidak dapat dipungkiri bahwa hal ini memang dapat memberikan potensi positif terhadap penurunan konsumsi rokok. Tetapi hal yang perlu diingat adalah bahwa di Indonesia tercatat ada ribuan pengusaha rokok dari berbagai golongan dengan jumlah tenaga kerja buruh mencapai puluhan ribu bahkan ratusan ribu. Dan jika tarif cukai tersebut dinaikkan maka akan berpotensi meningkatkan jumlah tenaga kerja yang akan di PHK. Hal ini sangat mungkin dikarenakan pengusaha rokok di Indonesia sebagian besar adalah pengusaha menengah ke bawah sehingga kedudukannya mudah sekali goyah oleh kenaikan tarif cukai. Menurut data &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Suara Merdeka&lt;/span&gt; pada tanggal 1 november 2007 dengan artikel &lt;span style="font-style: italic;"&gt;'Cukai naik, pabrik terancam gulung tikar' &lt;/span&gt;menyatakan bahwa dalam setahun terakhir setelah kenaikan cukai pertama pada awal 2007 telah berhasil menutup 180 perusahaan dari awalnya 380 perusahaan rokok di kabupaten Malang. &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 204, 51);font-family:courier new;" &gt;Masalah ini ibarat buah simalakama karena disatu sisi pemerintah 'dipaksa' oleh gerakan masyarakat anti rokok guna menaikan tarif cukai agar terjadi pengurangan konsumsi dari rokok tersebut. Tetapi di sisi lain jika pemerintah menaikan tarif cukai tanpa pertimbangan matang maka hal tersebut selain dapat membuat terjadinya PHK besar-besaran juga dapat memicu maraknya rokok ilegal dikarenakan mahalnya rokok dengan cukai. &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 204, 51);font-family:courier new;" &gt;Beberapa kesalahan yang mungkin dilakukan pemerintah dalam menyingkapi masalah cukai ini menurut penulis antara lain :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 51);font-family:courier new;" &gt;1. Rentang waktu yang begitu dekat antara kenaikan saat ini dan kenaikan pada tahun sebelumnya. Ditambah kenaikan tarif yang drastis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 51);font-family:courier new;" &gt;2. Pemerintah hanya mengandalkan pemasukan dari cukai sebagai senjata andalan penutup anggaran APBN terutama dari rokok.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 51);font-family:courier new;" &gt;3. Kurangnya sosialisasi dan waktu penerapan aturan baru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 204, 51);font-family:courier new;" &gt;Sebenarnya dapat diatasi dengan cara .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 51);font-family:courier new;" &gt;1. Komitmen yang kuat dalam konsistensi pemerintah untuk tidak semata-mata mengejar target penerimaan negara, tetapi harus juga mempertimbangkan aspek sosial dan kesehatan masyarakatnya.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(51, 204, 51);font-family:courier new;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Memberdayakan UKM sebagai alternatif penerimaan negara yang baru. Hal ini dapat mencegah etos kerja bangsa ini sehingga diharapkan terjadi transformasi secara simultan dari pemalas menjadi kreatif.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(51, 204, 51);font-family:courier new;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Diversifikasi cukai sehingga pemerintah dapat mencari sumber pendapatan yang baru dimana pengenaannya didasarkan kepada asas keadilan sosial.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 51);font-family:courier new;" &gt;4. Menciptakan persaingan yang sehat dan reliable bagi masyarakat Indonesia.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(51, 204, 51);font-family:courier new;" &gt;5. Memberikan aturan main yang jelas dari para pengusaha rokok dalam melakukan kegiatan produksi, distribusi, dan promosi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:0;" &gt;sumber  gambar :&lt;a href="http://www.surhul.co.uk/smoking"&gt; http://www.surhul.co.uk/smoking&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;                                         http://www.suarapembaruan.com/News/2005/02/05/Utama/ut01.htm&lt;br /&gt;                                         http://www.7inusinfobudhi.blogjurnalistikonlain.com/wordpress/?p=132&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:0;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8148036450073894791-6856119026935758437?l=iamanew.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iamanew.blogspot.com/feeds/6856119026935758437/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8148036450073894791&amp;postID=6856119026935758437' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8148036450073894791/posts/default/6856119026935758437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8148036450073894791/posts/default/6856119026935758437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iamanew.blogspot.com/2008/06/paradoks-cukai-indonesia.html' title='PARADOKS CUKAI INDONESIA'/><author><name>sepuluh jari tangan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_qKx7JOcGJIg/SEzyxelUPQI/AAAAAAAAAAg/bucnAg8i8T8/S220/1_914995620l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8148036450073894791.post-4300612254666758517</id><published>2008-06-05T13:57:00.000+07:00</published><updated>2008-06-05T14:01:02.441+07:00</updated><title type='text'>AND THE SAVIOUR GOES TO EDUCATION</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 51);"&gt;&lt;em&gt;…..Nama saya Denias. Mama saya di surga suruh saya sekolah. Pak guru juga, Maleo juga. Kata mama, gunung takut dengan anak sekolah. Saya mau sekolah ibu gembala…. &lt;/em&gt;Itulah sepetik ucapan seorang anak Papua yang bernama denias yang ingin bersekolah layaknya orang lain. Kisah ini pun diangkat sebagai kisah nyata yang diangkat ke layer lebar dengan judul &lt;strong&gt;Denias:Senandung di Atas Awan. &lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 51);"&gt;        &lt;a onclick="window.open(this.href, '_blank', 'width=800,height=1066,scrollbars=no,resizable=no,toolbar=no,directories=no,location=no,menubar=no,status=no,left=0,top=0'); return false" href="http://djuanda37.blogs.friendster.com/.shared/image.html?/photos/uncategorized/dsc00270.JPG"&gt;&lt;img src="http://djuanda37.blogs.friendster.com/djuanda_community/images/dsc00270.JPG" title="Dsc00270" alt="Dsc00270" style="margin: 0px 5px 5px 0px; float: left;" border="0" height="133" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 51);"&gt;Bila dilihat dengan seksama, sebenarnya pendidikan merupakan dasar dari segala permasalahan bangsa ini. Semua yang dilakukan pemerintah dalam rangka memberantas kemiskinan di negeri ini ,seperti Bantuan langsung Tunai (BLT) , bantuan beras miskin, subsidi BBM, dan lain-lain, hanyalah merupakan upaya tambal sulam pemerintah dalam mengentas kemiskinan. Jika kemiskinan terus merajalela maka hal yang pasti dapat diprediksi adalah akan maraknya berbagai upaya menentang pemerintah karena mudahnya mereka dihasut oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 51);"&gt;  Jika berbicara tentang kekayaan sumber daya maka tidak munglin untuk tidak menyebut Indonesia. Selain itu, kelebihan lain yang dimiliki oleh kita adalah jumlah populasi yang sangat besar. Hal ini janganlah dianggap sebagai suatu kelemahan dari negara kita, tapi bagaimana menjadikannya sebagai nilai tambah bagi kita. Dengan semua hal tersebut, sebenarnya kita dapat menjadi tuan rumah di negara sendiri, tetapi kenapa &lt;em&gt;malah &lt;/em&gt; semua kekayaan kita seakan terjajah oleh bangsa lain karena banyaknya perusahaan berbendera asing yang mengolah sumber-sumber strategis kekayaan kita. Pemerintah mungkin bukannya tidak tahu   di negara kita ini melimpah akan sumber daya alam, tetapi sayangnya sumber daya tersebut adalah sumber daya yang harus diolah kembali agar mempunyai nilai ekonomis. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 51);"&gt;  Segala macam bentuk pengentasan kemiskinan adalah omong kosong tanpa peningkatan mutu dan kualitas masyarakat Indonesia. Pendidikan di Indonesia ini harus segera diperbaiki guna memotong garis regenerasi dari mayarakat pemalas dan pemarah yang hanya berorientasi pada hasil dan ingin segala sesuatu berjalan dengan instant tanpa proses berkepanjangan, dan masyarakat yang hanya pandai menghujat dan menuntut tanpa bisa berpartisipasi aktif dalam pelaksanaannya.&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt; &lt;/span&gt;Hal itu terjadi karena beberapa hal yang dinilai merupakan aspek-aspek dasar dari semua permasalahan bangsa ini. Permasalahan pertama adalah kurangnya perhatian pemerintah terhadap pendidikan ini sehingga kadang muncul pemikiran bahwa cukuplah rakyat hanya bisa membaca dan menulis. Pemerintah harus menyadari bahwa pendidikan adalah investasi masa depan yang sangat besar dan potensial. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 51);"&gt;    Masalah kedua adalah kurangnya apresiasi pemerintah terhadap para peniliti dan para pengajar atau pendidik bangsa. Hal itu dapat dibuktikan dengan maraknya eksodus para peneliti lokal yang hijrah ke luar negeri karena merasa ilmu mereka sangat dihargai disana. Terbukti dengan adanya adanya peneliti Indonesia yang mandapat status sebagai warga kehormatan di beberapa kota di luar negeri. Disana mereka di beri fasilitas yang sangat memadai dan tentu saja dengan imbalan hasil penelitian mereka akan manjadi milik negara yang bersangkutan. Kita berusaha mendatangkan tenaga ahli asing guna mengolah sumber daya, ataupun merakit atau membeli barang-barang dari luar negeri yang mungkin saja barang-barang tersebut merupakan hasil karya putra-putra Indonesia yang terpinggirkan dari bangsanya sendiri .Kemudian, rendahnya minat profesi keguruan dikarenakan rendahnya kesejahteraan yang didapat dari seorang pengajar sehingga mereka pun tidak akan dapat mengajar secara fokus dan total karena mereka sendiri sibuk mencari tambahan penghasilan guna memenuhi kebutuhan hidup yang sangat tinggi. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 51);"&gt;&lt;a onclick="window.open(this.href, '_blank', 'width=480,height=640,scrollbars=no,resizable=no,toolbar=no,directories=no,location=no,menubar=no,status=no,left=0,top=0'); return false" href="http://djuanda37.blogs.friendster.com/.shared/image.html?/photos/uncategorized/picture045.jpg"&gt;&lt;img src="http://djuanda37.blogs.friendster.com/djuanda_community/images/picture045.jpg" title="Picture045" alt="Picture045" style="margin: 0px 5px 5px 0px; float: left;" border="0" height="133" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 51);"&gt;Menurut pengamatan penulis, hal yang mungkin dapat dijadikan alternatif pemerintah dalam membendung laju kebodohan yang bercabang pada kemiskinan antara lain dengan menetapkan kembali dan memperjelas komitmen bersama antara pemerintah dan para pengajar dan pendidik dalam memberantas kebodohan dan kemiskinan dimana setiap masyarakat pendidikan harus mampu memenuhi komitmennya dalam membangun masyarakat Indonesia yang lebih baik dan begitu pula pemerintah yang wajib berkomitmen dalam apresiasi terhadap pendidikan dan pihak yang terlibat di dalamnya. Selanjutnya setelah komitmen terbentuk, pemerintah dapat mulai merealisasikan besaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam porsi yang layak, memperbaiki kualitas pengajar dan system mengajar sehingga diperoleh suatu standar akademis yang mumpuni dari setiap pengajarnya. Pemerintah harus menggunakan system pengajaran yang berbeda di setiap wilayah di Indonesia, tetapi dengan suatu pencapaian dan standar yang sama pada akhirnya sehingga diharapkan hal tersebut dapat menjadi suatu keseragaman nasional yang berimbas kepada pemerataan kualitas pendidikan yang selama diharapkan. Pembedaan system tersebut perlu dilakukan karena selama ini putra-putra daerah seperti papua selalu diajarkan pendidikan dengan system dan metode yang diterapkan di pulau Jawa yang notabene merupakan sentral kebijakan nasional. Contohnya adalah pada buku-buku pelajaran selalu diajarkan contoh-contoh kalimat seperti “Budi naik becak” atau “Siti membeli dokar”. Kalimat seperti itu hanya akan membuat mereka bertambah bingung karena pada kenyataannya mereka mungkin akan sangat asing mendengar nama seperti Budi atau Siti. Mungkin mereka akan lebih akrab dengan nama Elos, Stephanus, dan lain-lain. Begitu pun dengan becak atau dokar yang merupakan transportasi umum di pulau Jawa, tetapi asing bagi masyarakat papua sehingga kita sama saja mengajarkan sesuatu yang anti-realis kepada rakyat Papua. Hal ini dikarenakan pulau Papua sudah terlalu jauh dalam tingkat pembangunan akibat dari kebijakan sentralisasi pemerintahan sebelumnya sehingga pembangunan menjadi tidak merata yang tanpa disadari berimbas pula terhadap pendidikan di Indonesia.  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 51);"&gt;Semua hal tersebut di atas merupakan hal yang mungkin saja terlupakan oleh pemerintah. Jadi jelaslah bahwa pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam mendidik masyarakat sehingga akan tumbuh putra-putri negeri yang tidak hanya sanggup membaca dan menulis, tetapi juga berkepribadian logis, berpikir sebelum bertindak, dan mampu memberikan sumbangsih bersama dengan pemerintah membangun Indonesia yang lebih baik seperti apa yang diucapkan bung Karno.    &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 51);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;“Dengan seribu orang tua, aku dapat memindahkan Gunung Semeru. Tetapi&lt;br /&gt;dengan seratus pemuda, aku dapat mengguncang dunia”.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;span style="color: rgb(255, 51, 0);font-size:0;" &gt;sumber gambar :&lt;br /&gt;-http://brahmasta.net/2007/06/05/izza-dan-pendidikan-indonesia/&lt;br /&gt;-http://fuadinotkamal.wordpress.com/2008/01/01/pendidikan-indonesiapendidikan-rusak-rusakan/&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8148036450073894791-4300612254666758517?l=iamanew.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iamanew.blogspot.com/feeds/4300612254666758517/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8148036450073894791&amp;postID=4300612254666758517' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8148036450073894791/posts/default/4300612254666758517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8148036450073894791/posts/default/4300612254666758517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iamanew.blogspot.com/2008/06/and-saviour-goes-to-education.html' title='AND THE SAVIOUR GOES TO EDUCATION'/><author><name>sepuluh jari tangan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_qKx7JOcGJIg/SEzyxelUPQI/AAAAAAAAAAg/bucnAg8i8T8/S220/1_914995620l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8148036450073894791.post-839052638035216015</id><published>2008-06-04T18:38:00.000+07:00</published><updated>2008-06-04T19:07:26.136+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the own thinking'/><title type='text'>surat untuk keluarga</title><content type='html'>&lt;p&gt;                                                          &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; oleh : Idham T A.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Assalamualaikum wr wb.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apa kabar saudaraku? Kalian pasti sangat sibuk sekali disana. Saudaraku, maaf aku lancang untuk menulis surat kepadamu karena aku tidak tahu bagaimana caraku untuk menemui kalian. Saudara kita yang katanya mewakili kami pun sangat sulit untuk ditemui. Mungkin mereka terlalu sibuk untuk menyalurkan aspirasi kami disana walau aku tidak pernah melihatnya di wilayah kumuh kami. Tapi mungkin aku sedang pergi bekerja ketika mereka mengunjungi kami.&lt;br /&gt; Saudaraku,  melalui surat ini aku ingin mengundang kalian untuk dapat menyambangi saudaramu ini. Aku sudah rindu sekali untuk bercengkrama dengan kalian semua. Mungkin kalian terlalu sibuk mengurusi nasib kami. Tapi kalian tidak perlu takut. Kami baik-baik saja disini. Kami selalu giat bekerja   agar tidak terlalu membuat kalian susah. Kudengar saudara yang lain pun selalu rajin &lt;a onclick="return false;window.open(this.href, '_blank', 'width=300,height=400,scrollbars=no,resizable=no,toolbar=no,directories=no,location=no,menubar=no,status=no,left=0,top=0'); return false" href="http://djuanda37.blogs.friendster.com/.shared/image.html?/photos/uncategorized/pajak_1.jpg"&gt;&lt;img src="http://djuanda37.blogs.friendster.com/djuanda_community/images/pajak_1.jpg" title="Pajak_1" alt="Pajak_1" style="margin: 0px 5px 5px 0px; float: left;" border="0" height="133" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;membayar pajak yang salah satunya digunakan untuk kehidupan kalian disana. Kalian pasti dibuat pusing dengan segala keadaan kami. Oleh karena itu, kami selalu berusaha mendukung apa yang kebijakan yang kalian buat. Karena kami yakin kebijakan itu untuk kebaikan kami. Bukankah begitu saudaraku?&lt;br /&gt;Maaf jika aku menganggu waktu sibuk saudaraku sekalian. Aku hanya ingin kalian sudi mengunjungi kami disini hanya sekedar silaturahmi  . Keluarga kalian semua menunggu disini.&lt;br /&gt;Aku akan sambut kalian di gubuk reyotku ini yang mungkin luasnya tidak lebih besar dari garasi mobil kalian. Kalian akan kujamu di ruang tamuku yang ketika malam&lt;br /&gt;&lt;a onclick="return false;window.open(this.href, '_blank', 'width=180,height=129,scrollbars=no,resizable=no,toolbar=no,directories=no,location=no,menubar=no,status=no,left=0,top=0'); return false" href="http://djuanda37.blogs.friendster.com/.shared/image.html?/photos/uncategorized/rumah_kumuh.jpg"&gt;&lt;img src="http://djuanda37.blogs.friendster.com/djuanda_community/images/rumah_kumuh.jpg" title="Rumah_kumuh" alt="Rumah_kumuh" style="margin: 0px 5px 5px 0px; float: left;" border="0" height="71" width="100" /&gt;&lt;/a&gt; kusulap menjadi kamar tidur aku dan keluargaku. Tapi maaf jika ingin ke kamar mandi. Kalian harus rela berjalan sekitar beberapa puluh meter untuk menjangkau sungai. Memang disitulah sumber air gratis kami berada dimana mengalir air yang tidak pernah ada habisnya. MCK di tempat kami pun sudah tidak layak untuk digunakan sehingga aku takut kalian merasa jijik melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;a onclick="return false;window.open(this.href, '_blank', 'width=420,height=274,scrollbars=no,resizable=no,toolbar=no,directories=no,location=no,menubar=no,status=no,left=0,top=0'); return false" href="http://djuanda37.blogs.friendster.com/.shared/image.html?/photos/uncategorized/mck_sungai.jpg"&gt;&lt;img src="http://djuanda37.blogs.friendster.com/djuanda_community/images/mck_sungai.jpg" title="Mck_sungai" alt="Mck_sungai" style="margin: 0px 5px 5px 0px; float: left;" border="0" height="65" width="100" /&gt;&lt;/a&gt; Aku sudah tidak sabar membayangkan untuk mengobrol bersama kalian, walaupun aku tidak mengenal kalian.  Kita akan mengobrol tentang saudara muda kita yang kemarin turun ke jalan. Bagaimana keadaan mereka?.&lt;br /&gt; Aku tidak tahu apa yang mereka lakukan, tapi setahuku mereka turun ke jalan atas nama rakyat kecil yang termasuk aku ini. Aku tidak tahu karena aku terlalu sibuk bekerja mencari nafkah untuk keluargaku. Tetapi kenapa saudara yang lain banyak pula yang menyayangkan sikap saudara muda kita itu. apa mungkin cara mereka terlalu mengebu-gebu ?  .&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saudaraku, apakah kau tahu? Sebentar lagi pemilu akan digelar kembali. &lt;a onclick="return false;window.open(this.href, '_blank', 'width=480,height=320,scrollbars=no,resizable=no,toolbar=no,directories=no,location=no,menubar=no,status=no,left=0,top=0'); return false" href="http://djuanda37.blogs.friendster.com/.shared/image.html?/photos/uncategorized/cawang.jpg"&gt;&lt;img src="http://djuanda37.blogs.friendster.com/djuanda_community/images/cawang.jpg" title="Cawang" alt="Cawang" style="margin: 0px 5px 5px 0px; float: left;" border="0" height="66" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;Itulah hari yang paling aku tunggu-tunggu. Kau tahu kenapa? Karena pada hari-hari tersebut aku akan sering bersua dengan saudara-saudara kita yang ingin duduk di kursi pemerintahan. Aku sangat senang sekali karena pada waktu tersebut saudara-saudara kita berlomba untuk memberikan sejuta simpatinya kepada kami rakyat kecil. Aku memang sangat merindukan saat-saat itu. Karena itulah hari-hari selama lima tahun dimana tiba-tiba semua saudara-saudara kita itu mengingat kami dan menjadikan kami kekuatan mereka. Aku tidak peduli maksud saudara kita itu, tapi yang pasti selama waktu tersebut kami akan lebih diperhatikan. Semua keluhan kami akan didengar. Walaupun setelah saudara kita itu benar-benar naik di pemerintahan atas nama kami. Mereka mungkin lupa dengan saudaranya ini, tapi kami cukup bersyukur karena setidaknya dalam lima tahun kalian pernah memperhatikan kami. Kami tidak akan peduli siapa saudara kami nanti yang akan memimpin negeri ini selanjutnya. Karena siapapun nanti yang naik. Mereka tetap saudara kami yang ingin membangun negeri ini dengan cara mereka sendiri walau kadang mereka lupa dengan saudara mereka di gubug ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onclick="return false;window.open(this.href, '_blank', 'width=470,height=253,scrollbars=no,resizable=no,toolbar=no,directories=no,location=no,menubar=no,status=no,left=0,top=0'); return false" href="http://djuanda37.blogs.friendster.com/.shared/image.html?/photos/uncategorized/beli_air_1.jpg"&gt;&lt;img src="http://djuanda37.blogs.friendster.com/djuanda_community/images/beli_air_1.jpg" title="Beli_air_1" alt="Beli_air_1" style="margin: 0px 5px 5px 0px; float: left;" border="0" height="53" width="100" /&gt;&lt;/a&gt; Ketika kalian di rumahku nanti, kita akan minum teh istimewa bersama-sama. Istimewa karena airnya sengaja aku beli dari cukong air untuk menyambut kalian. Maaf, karena air bersih disini memang sulit didapat apalagi untuk kota sebesar Jakarta. Aku tidak ingin kalian kecewa ketika berada di rumahku walaupun banyak saudara kita yang lain merasa sering dikecewakan kalian.&lt;br /&gt;Selain itu kita nanti akan makan bersama, tetapi maaf aku tidak mempunyai nasi yang enak dan wangi. Aku tidak sanggup membelinya. Aku hanya mempunyai sedikit persediaan nasi aking. Nasi aking  rasanya memang tidak enak, tapi tidak terlalu buruk jika telah terbiasa. Jika sedang beruntung aku akan membeli ikan asin &lt;a onclick="return false;window.open(this.href, '_blank', 'width=300,height=225,scrollbars=no,resizable=no,toolbar=no,directories=no,location=no,menubar=no,status=no,left=0,top=0'); return false" href="http://djuanda37.blogs.friendster.com/.shared/image.html?/photos/uncategorized/sm1aking4brb10.jpg"&gt;&lt;img src="http://djuanda37.blogs.friendster.com/djuanda_community/images/sm1aking4brb10.jpg" title="Sm1aking4brb10" alt="Sm1aking4brb10" style="margin: 0px 5px 5px 0px; float: left;" border="0" height="75" width="100" /&gt;&lt;/a&gt; untuk lauknya. Aku tidak akan membiarkan kalian kelaparan walau memang kadang kami tidak makan nasi sama sekali. Biasanya kami mengakalinya dengan memakan umbi-umbian yang sengaja kami tanam. Aku tidak ingin mengeluh dengan kondisiku ini saudaraku. Karena niscaya separuh hidupku ini tidak akan cukup untuk menuaikan keluh kesahku sedangkan diluar sana rejeki mungkin sedang menungguku. Tetapi maaf saudaraku, kalian akan sedikit menunggu untuk semua makanan siap karena aku hanya mempunyai satu tungku kayu bakar untuk memasak. Sebelumnya aku menggunakan minyak tanah untuk memasak. Tapi kini minyak&lt;a onclick="return false;window.open(this.href, '_blank', 'width=370,height=256,scrollbars=no,resizable=no,toolbar=no,directories=no,location=no,menubar=no,status=no,left=0,top=0'); return false" href="http://djuanda37.blogs.friendster.com/.shared/image.html?/photos/uncategorized/antriminyaktanah.jpg"&gt;&lt;img src="http://djuanda37.blogs.friendster.com/djuanda_community/images/antriminyaktanah.jpg" title="Antriminyaktanah" alt="Antriminyaktanah" style="margin: 0px 5px 5px 0px; float: left;" border="0" height="69" width="100" /&gt;&lt;/a&gt; tanah sudah tidak ditemukan lagi di pasar. Walaupun ada, tapi harganya sudah tidak terjangkau olehku. Tapi untungnya kalian memberikan kami kompor gratis. Tapi  maaf saudaraku, aku sudah tidak menggunakannya lagi. Hal itu karena aku tidak sanggup untuk membeli tabung gas nya. Lagi pula mungkin kalian lupa untuk mengajari kami memakainya. Selain itu aku mendengar saudara kita yang lain menggerutu karena walaupun mempunyai uang untuk membeli tabung gas, tetapi ternyata tabung tersebut menjadi langka sehingga saudara kita tersebut tidak dapat menggunakan kompornya dan disatu sisi kompor minyak tanah pun sudah tidak ada.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Oh maaf saudaraku, omonganku terlalu melantur. Aku lupa memberi tahu kalian untuk tidak lupa membawa selimut ketika menginap di rumahku karena akan terasa dingin di malam hari. Aku memang tidak mempunyai mesin pendingin, tetapi kami punya mesin pendingin milik Tuhan yang tidak pernah berhenti di malam hari. Tetapi sekali lagi aku minta maaf, kalian harus rela berbagi tempat untuk tidur dengan keluargaku karena aku memang tidak mempunyai kamar khusus ntuk kalian.&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Baiklah, akan aku tunggu kalian di rumahku. Rumahku tidak berpagar tinggi sehingga akan memudahkan kalian untuk memasukinya. Pintu rumahku selalu terbuka untuk kalian walaupun ketika datang nanti mugkin kalian tidak lagi menjadi pemimpin negeri ini. Aku tetap akan menerima kalian karena kita ini saudara. Dahulu kita telah dipersatukan dan sekarangpun akan tetap seperti itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; wassalamualaikum.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                                                                                            &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;sumber gambar      :- &lt;a href="http://rzr17.blogs.friendster.com/kodok_ijo/d4ily/index.html"&gt;http://rzr17.blogs.friendster.com/kodok_ijo/d4ily/index.html&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;                              - &lt;a href="http://www.bapekojakartapusat.go.id/index.php?q=node/13"&gt;http://www.bapekojakartapusat.go.id/index.php?q=node/13&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;                              - &lt;a href="http://www.kabarindonesia.com/foto.php?pil=20071028133433"&gt;http://www.kabarindonesia.com/foto.php?pil=20071028133433&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;                              - &lt;a href="http://www.myrmnews.com/indexframe.php?url=nusantara/"&gt;http://www.myrmnews.com/indexframe.php?url=nusantara/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;                              - &lt;a href="http://qizinklaziva.wordpress.com/2008/03/21/ke-banten-wiranto-cicipi-nasi-aking/"&gt;http://qizinklaziva.wordpress.com/2008/03/21/ke-banten-wiranto-cicipi-nasi-aking/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;                              - &lt;a href="http://www.myrmnews.com/indexframe.php?url=nusantara/"&gt;http://www.myrmnews.com/indexframe.php?url=nusantara/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;                              - &lt;a href="http://www.suaramerdeka.com/harian/0602/10/nas05.htm"&gt;http://www.suaramerdeka.com/harian/0602/10/nas05.htm&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;                              - &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;color:#0000ff;"&gt;&lt;a href="http://blogs.www.friendster.com/t/app/weblog/ronnysiagian.files.wordpress.com"&gt;&lt;span face="arial,sans-serif"&gt;ronnysiagian.files.wordpress.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8148036450073894791-839052638035216015?l=iamanew.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8148036450073894791/posts/default/839052638035216015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8148036450073894791/posts/default/839052638035216015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iamanew.blogspot.com/2008/06/surat-untuk-keluarga.html' title='surat untuk keluarga'/><author><name>sepuluh jari tangan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_qKx7JOcGJIg/SEzyxelUPQI/AAAAAAAAAAg/bucnAg8i8T8/S220/1_914995620l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8148036450073894791.post-2111889008488574414</id><published>2008-05-31T20:35:00.002+07:00</published><updated>2008-12-11T12:38:37.262+07:00</updated><title type='text'>INDONESIA PUSAKA</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_qKx7JOcGJIg/SEFWS8l7YdI/AAAAAAAAAAM/k_qha6sTFNk/s1600-h/189211155_bdf397f9d8_m.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5206537527719846354" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_qKx7JOcGJIg/SEFWS8l7YdI/AAAAAAAAAAM/k_qha6sTFNk/s320/189211155_bdf397f9d8_m.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;INDONESIA tanah air beta&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pusaka abadi nan jaya&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;INDONESIA sejak dulu kala&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Selalu dipuja-puja bangsa&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Disana tempat lahir beta&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dibuai dibesarkan bunda&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tempat berlindung di hari tua&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sampai akhir menutup mata&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pernah dengar lagu ini?? Ya ini lagu kebangsaan kita dengan judul 'INDONESIA PUSAKA'. Jika aq mendengar lagu ini, aq mendengar dan merindukan suasana bangsa yg seperti lagu ini bilang. Menurutku ini lagu terindah yg pernah diciptakan komponis kita -Ismail Marzuki-. Dapat dilihat pada baris-baris bait lagu tersebut dimana seseorang yg sangat mencintai negerinya dengan segenap hatinya, dengan segenap jiwa raganya . Tak peduli seberapa sering negaranya mengecewakannya..Lagu ini ingin memberitahu kepada kita bahwa inilah tanah air kita, tak perduli seberapa rusakny di mata orang , negeri ini akan tetap menjadi negeri kita saat ini dan nanti..Aq berpikir, apa jika komponis ini dapat melihat masa depan Indonesia saat ini, apakah dia tetap akan menulis negeri ini dengan bait demi bait lagunya. Tp apapun itu, penulis lagu ini telah mengajarkan kita tentang keikhlasan , menghargai negaranya. Karena di negara inilah kita semua berdiri,hidup, bercengkrama satu sama lain dengan satu tujuan demi Indonesia yg lebih baik.. Jika kulihat saat ini banyak sekali muncul ketidakpuasan dari apa yg telah dilakukan pemerintah. Aq mengerti keinginan kalian, kalian boleh membenci pemerintahan negara ini, tapi kumohon janganlah kalian membenci negara kita ini teman... Kita harus yakin bahwa apa yg dilakukan pemerintah adalah untuk kesejahteraan kita bersama. Kita harus tetap saling percaya ,walau seberapa seringnya kita dikecewakan.. Kita tetap berjuang bersama teman untuk membangun Indonesia ini, tidak ada kata terlambat untuk memulai ini semua.. Aq akan lemah menghadapi ini semua tanpa kalian semua membantuku.. INDONESIA&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8148036450073894791-2111889008488574414?l=iamanew.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8148036450073894791/posts/default/2111889008488574414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8148036450073894791/posts/default/2111889008488574414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iamanew.blogspot.com/2008/05/indonesia-pusaka.html' title='INDONESIA PUSAKA'/><author><name>sepuluh jari tangan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_qKx7JOcGJIg/SEzyxelUPQI/AAAAAAAAAAg/bucnAg8i8T8/S220/1_914995620l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_qKx7JOcGJIg/SEFWS8l7YdI/AAAAAAAAAAM/k_qha6sTFNk/s72-c/189211155_bdf397f9d8_m.jpg' height='72' width='72'/></entry></feed>
